Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 14 November 2018 | 11:01 WIB

Soal Maju Pilgub Jatim, Basarah Singgung Risma

Oleh : Ray Muhammad | Selasa, 9 Januari 2018 | 16:26 WIB

Berita Terkait

Soal Maju Pilgub Jatim, Basarah Singgung Risma
Wasekjen PDIP Ahmad Basarah - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wasekjen PDIP Ahmad Basarah memastikan sosok yang akan menggantikan Abdullah Azwar Anas sebagai cawagub Jawa Timur merupakan kewenangan partainya.

Sebagaimana diketahui, PDIP berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk mengusung Cagub Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang sebelumnya didampingi Azwar Anas untuk Pilgub Jatim 2018.

"Pada saat saya ditugaskan Bu Mega menemui 25 hingga 50 kiai NU yang struktural dan kultural, mereka mengatakan untuk cagub eksplisit Syaifullah Yusuf. Untuk cawagub, para kiai sepakat menulis surat diserahkan sepenuhnya kepada kearifan dan pandangan Bu Mega," ujar Basarah di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2017).

Ia pun meyakini, siapapun yang akan dipilih PDI Perjuangan melalui Megawati mendampingi Gus Ipul di Pilgub Jatim akan diterima oleh seluruh kiai setempat.

Saat disinggung soal kemungkinan dirinya yang bakal ditugaskan PDI Perjuangan untuk menggantikan Azwar Anas, Basarah menegaskan tak akan menolaknya jika menjadi perintah partai.

"Dalam fatsun PDI-P tak diperkenankan kader PDI-P menolak penugasan. Ketiga Bu Mega meminta kepada siapapun, tidak elok rasanya kita menolak," katanya.

Lebih jauh, politikus yang juga masuk dalam kepengurusan Nahdatul Ulama (NU) ini pun mengingatkan seluruh kader partainya agar tidak menolak tugas yang disampaikan langsung oleh ketua umum.

Besar kemungkinan pernyataan Basarah ini menyingung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang menolak permintaan Megawati Soekarnoputri untuk ikut bertarung di Pilgub Jatim.

"Kalau ada kader PDI-P yang menolak permintaan perintah ketum, sejatinya petugas partai tersebut belum menjiwai sebagai kader PDIP. Silakan cek saja siapa kader PDIP yang menolak perintah ketum," tandasnya.[jat]

Komentar

x