Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Januari 2018 | 07:10 WIB
 

Ajukan Gugatan Cerai

Ahok-Veronica Diberi Waktu untuk Mediasi

Oleh : Agus Irawan | Selasa, 9 Januari 2018 | 14:46 WIB
Ahok-Veronica Diberi Waktu untuk Mediasi
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Humas Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jootje Sampalaeng mengatakan pihaknya membuka mediasi kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan istrinya, Veronica Tan.

Dia mengatakan dalam tahap mediasi, Ahok dan Veronica akan dipertemukan melalui mediasi oleh mediator. Hal ini dilakukan berdasarkan prosedur mediasi di Pengadilan yang diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung RI (PERMA) No 1 Tahun 2016.

"Kalau dalam mediasi penggugat (Ahok) wajib hadir, dan juga tergugat wajib hadir (Veronica) karena sudah aturan hukum," kata Jootje kepada wartawan di PN Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Dia mengungkapkan untuk mediasi terhadap Ahok dapat diwakili oleh kuasa hukumnya, karena status mantan gubernur DKI yang saat ini masih menjalani hukuman di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

"Ya ada kemungkinan Ahok bisa diwakili kuasa hukumnya sebab dia ada kuasa, untuk mewakili kepentingan penggugat ," jelasnya.

Jootje menjelaskan, kedua belah pihak nantinya bisa memilih siapa mediator yang bisa menjembatani komunikasi mereka.

"Sedangkan mediator bisa menentukan berapa kali dilakukan pertemuan. Untuk mediator diserahkan kepada masing- masing kedua belah pihak, mau diserahkan kepada majelis hakim dalam menentukan mediator," ungkapnya.

Sementara itu, ditempat terpisah, kuasa hukum mantan gubernur DKI Jakarta, Ahok Josefina Agartha Syukur menyampaikan saat ini terkait mediasi masih dalam pembahasan internal baik dari kuasa hukum dengan Ahok.

"Ya saat ini masih dibahas secara internal oleh kuasa hukum dan pak Ahok," katanya saat dikonfirmasi INILAHCOM, Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Sebelumnya, mantan Bupati Bangka Belitung, Ahok, telah mengajukan gugatan cerai kepada istrinya, Veronica Tan melalui kuasa hukumnya, pada Jumat (5/1/2018) ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara, sebagaimana registrasi nomor perkara 20/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Utr.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x