Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Januari 2018 | 08:33 WIB
 

Vonis Eks Pejabat Pajak, DPR Akan Surati Kejagung

Oleh : - | Senin, 8 Januari 2018 | 23:03 WIB
Vonis Eks Pejabat Pajak, DPR Akan Surati Kejagung
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni akan mengirimkan surat kepada Jaksa Agung HM Prasetyo dan Komisi Yudisial atas vonis rendah terhadap mantan Kepala Bidang Pendaftaran Ekstensifikasi Penilaian Dirjen Pajak Kanwil Suluttenggomalut Wahyu Nugroho.

Diketahui, mantan pejabat pajak itu terjerat kasus narkoba yang disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Manado.

"Tujuannya supaya jaksa bisa memantau kinerja anak buahnya yang menjadi penuntut umum," kata Sahroni, Senin (8/1/2018).

Ia menjelaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara tegas menyatakan Indonesia darurat narkoba, apalagi Wahyu merupakan pejabat di Direktorat Jenderal Pajak Kanwil Suluttenggomalut. Padahal, kejaksaan telah melakukan hukuman tegas terhadap bandar narkoba.

"Kalau memang benar ada oknum kejaksaan yang memainkan pengurangan jumlah barang bukti tentunya ini dapat merusak citra kejaksaan yang integritasnya telah terbangun," ujarnya.

Menurut dia, saat penyidikan berlangsung Polda Sulawesi Utara mengirim surat mengenai barang bukti yang disita dari Wahyu sebagai tersangka kasus narkoba berdasarkan surat nomor B/2520/XI/2017/Dit Res Narkoba.

"Di surat yang dikirimkan bulan Nobember 2017 dan ditandatangani oleh Wakapolda Brigjen Johni Asadoma itu secara jelas menyebutkan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 30,41 gram, ujar anggota Fraksi Partai NasDem ini.

Anehnya, saat persidangan barang bukti terdakwa Wahyu Nugroho yang telah dilakukan pemeriksaan oleh Badan Besar POM Manado bernomor PM 01.01.1021.1017.4620 hanya sebesar 0,5050 gram sabu.

"Mengapa jumlahnya berkurang sangat jauh. Hampir 30 gram sabu selisihnya, kemana menghilangnya?" jelasnya.

Ia mengatakan apabila barang buktinya sesuai dengan yang disampaikan Polda Sulawesi Utara, maka Wahyu dapat digolongkan sebagai bandar narkoba dan tentu tidak menerima hukuman yang sangat rendah.

Selain itu, Sahroni juga akan menyurati Komisi Yudisial untuk memastikan apakah persidangan di PN Manado terhadap terdakwa Wahyu dengan hakim diketuai Vincentius Banar T telah berjalan sesuai. Sebab, Wahyu divonis satu tahun penjara dikurangi masa penahanan. [ton]

Komentar

 
Embed Widget

x