Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 12:10 WIB

Bacagub Sumut Dinilai Harus Raih Simpati Warga

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 9 Januari 2018 | 01:30 WIB

Berita Terkait

Bacagub Sumut Dinilai Harus Raih Simpati Warga
Direktur POINT Indonesia, Karel Susetyo - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur POINT Indonesia, Karel Susetyo mengatakan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Utara harus bisa mengkombinasikan isu nasional dan lokal.

Sebab, ada tiga calon yang mana dua calon merupakan tokoh nasional dan satu calon putra daerah.

Menurut dia, dua tokoh nasional adalah mantan Pangkostrad Letjen (Purn) TNI Edy Rahmayadi dan Djarot Saiful Hidayat. Edy diusung oleh Partai Gerindra menjadi bakal calon Gubernur Sumatra Utara, sedangkan Djarot diusung PDI Perjuangan sebagai bakal calon Gubernur Sumatra Utara.

Ia mengatakan soal kans selain dari sisi jaringan kekerabatan, mesin partai juga tentu ada satu lagi yang diuji dari bakal calon Gubernur Sumatra Utara yaitu kemampuan untuk mendapatkan simpati publik melalui permainan kombinasi isu antara isu nasional dengan isu lokal.

"Siapa yang paling mampu menggarap isu nasional dan isu lokal itu, dia akan mendapatkan simpati masyarakat lebih besar," katanya kepada INILAHCOM, Senin (8/1/2018).

Ia menjelaskan Djarot bisa memanfaatkan isu pembangunan infrastruktur yang sedang menjadi perhatian dari pemerintah pusat, sehingga apabila nanti Djarot terpilih bisa sinkron dengan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

"Tentu Edy memainkan isu sifatnya nasional seperti sentimen-sentimen agama yang dimainkan di Jakarta. Kalau JR Saragih, tentu mampu menggalang dukungan melalui sentimen kedaerahan," ujarnya.

Menurutnya, sebenarnya pertarungan di Pilkada Sumatra Utara ini menarik karena tokoh nasional dan putra daerah. Namun, siapa yang dapat memenangkan pertarungan kontestasi Pilkada Sumatra Utara nanti tentu sangat tergantung memainkan isu tadi.

"Siapa yang bisa memainkan isu tadi saja untuk meraih kombinasi simpati publik, karena dua ini kan orang nasional sehingga tidak punya modal disana. Ya masing-masing punya kans," tandasnya. [ton]

Komentar

x