Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 00:32 WIB

Pilkada Sumut 2018

Inilah Atlet Menembak Jagoan Demokrat di Sumut

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 8 Januari 2018 | 21:36 WIB
Inilah Atlet Menembak Jagoan Demokrat di Sumut
Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut) ke Partai Demokrat - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Partai Demokrat mengusung JR Saragih sebagai bakal calon Gubernur Sumatra Utara di Pilkada Serentak pada Juli 2018 didampingi oleh Ance Selian yang menjadi bakal calon Wakil Gubernur Sumatra Utara.

Jopinus Ramli Saragih atau dikenal dengan JR Saragih lahir di Medan, 10 November 1968. Ia menghabiskan masa kecilnya dalam masa-masa sulit, karena ayahnya meninggal dunia saat Saragih belum genap usianya 1 tahun.

Kemudian, Saragih dititipkan kepada neneknya yang tinggal di Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. Kasih sayang seorang nenek dirasakan Saragih hingga ia mengenyam pendidikan kelas IV Sekolah Dasar.

Ia pun memutuskan meninggalkan Raya, Kabupaten Simalungun untuk melanjutkan sekolah di Kutabaru, Kecamatan Munthe, Kabupaten Tanah Karo. Di Ibukota, Saragih tinggal di rumah abangnya yang tertua selama enam bulan.

Kemandirian yang telah tertanam sejak belia menjadikan Saragih mengambil keputusan untuk hidup mandiri, bahkan memilih untuk indekos di Jakarta dan melanjutkan pendidikan ke SMA-1 Prasasti di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Saragih harus bekerja serabutan untuk mencukupi kebutuhan dan biaya sekolahnya, yaitu buruh galian pasir seusai pulang sekolah milik Pusat Koperasi Angkatan Darat (Puskopad). Tak disangka, pekerjaan ini menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan karirnya di bidang militer.

Setelah bekerja cukup lama, Saragih mendapat tawaran bekerja paruh waktu di Pusat Primer Koperasi Mabes TNI AD. Ternyata, tawaran ini menjadi titik balik kehidupan Saragih.

Kegigihan, sikap pantang menyerah dan kerja keras yang ditunjukkan menjadikan banyak petinggi TNI AD yang merasa simpatik atas kemauan kerasnya untuk tetap bersekolah dengan menjalani berbagai pekerjaan kasar.

Persinggungan dengan orang-orang di institusi militer (TNI) Puskopad memuluskan jalannya untuk terpilih sebagai atlet menembak. Prestasi inilah yang lantas memuluskan karirnya untuk terjun dan berkiprah di dunia militer.

Lulus dari SMA-1 Prasasti Jakarta Pusat, Saragih memutuskan mencoba peruntungan dengan mengikuti tes Akademi Militer (Akmil). Alhasil, Saragih diterima sebagai taruna di kampus Akademi Militer di Lembah Tidar, Magelang, Jawa Tengah yang dibiayai negara.

Selama setahun, kedisiplinan dan keberanian yang identik dengan seorang personil militer kian menempa pribadi Saragih. Akhirnya, Saragih menyelesaikan pendidikan di Akmil pada 1990.

Dari pendidikan militer tersebut, Saragih berhasil membawa pulang pangkat Letnan Dua TNI Angkatan Darat. Selepas pendidikannya selesai, Saragih langsung bertugas di lingkungan Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD) sebagai Dansubdenpom/Purwakarta, Jawa Barat.

Karirnya kian cemerlang setelah dipercaya sebagai Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) juga menjadi salah seorang personel elite Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres).

Pada tahun 2000, Saragih sebagai prajurit muda memperoleh amanah baru yakni sebagai Komandan Sub Detasemen Polisi Militer (Dansubdenpom) di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat.

Pada 2010, Saragih ikut Pilkada Kabupaten Simalungun berpasangan dengan Hj. Nurhayaty Damanik. Saragih pun terpilih menjadi Bupati Simalungun periode 2010-2015.

Kini, Saragih diusung oleh Partai Demokrat, PKB dan PKPI untuk maju sebagai bakal calon Gubernur Sumatra Utara dan Ance Selian menjadi wakilnya. Sedangkan, lawannya yaitu Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus. [ton]

Komentar

x