Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 15 Oktober 2018 | 23:22 WIB

Si Nagabonar Senjata Golkar-Demokrat di Jabar

Oleh : Happy Karundeng | Senin, 8 Januari 2018 | 13:02 WIB

Berita Terkait

Si Nagabonar Senjata Golkar-Demokrat di Jabar
Deddy Mizwar - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pilgub Jawa Barat diprediksi akan menjadi medan pertempuran sengit dari para petarung poltik. Berbagai racikan pun dikreasi. Panji-panji partai politik besar pun sudah ditancap di medan perang. Para jagoan setiap panji sudah diputuskan.

Salah satu kubu yang siap maju adalah koalisi Partai Golkar dan Partai Demokrat. Kedua partai ini sepakat menjalin kerja sama dan membentuk 'Koalisi Sajajar'. Koalisi telah resmi mengusung Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi untuk maju bertarung.

Deddy Mizwar sendiri diketahui sempat bekerja sebagai pegawai dinas kesehatan yang kemudian banting setir ke dunia peran. SI Nagabonar adalah salah satu tokoh dalam film yang membuat popularitasnya sebagai Aktor melejit. Popularitasnya sebagai Aktor pun menghantar 'Si Nagabonar' menjadi wakil gubernur Jawa Barat.

Deddy Mizwar lahir di Jakarta, 5 Maret 1955 di lingkungan religius di sebuah kampung Betawi di Jakarta. Deddy adalah putra dari pasangan H. Adrian Andres dan Sun'ah. Demiz memiliki tujuh bersaudara, salah satunya meninggal karena prematur. Darah seninya mengalir dari sang Ibu pernah memiliki sanggar betawi.

Deddy menikah dengan Giselawati Wiranegara dan dikaruniai dua orang anak; Senandung Nacita dan Zulfikar Rakita Dewa.

Dalam perjalanan hidupnya, si Nagabonar ternyata pernah menempuh pendidikan di sskolah Farmasi sebagai seorang Apoteker.

Deddy Mizwar bisa dibilang memulai karirnya sebagai pegawai di Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Pekerjaan ini hanya berlangsung 2 tahun.

Ini kareba pekerjaan ini seakan tidak menyatu dengan jiwa Deddy yang lebih mencintai dunia peran. Dia lebih suka bekerja di dunia akting. Darah seni ibunya yang memiliki sanggar.

Pada usia 18 tahun, sekitar tahun 1973, Deddy mulai aktif di teater remaja Jakarta. Lewat teater inilah bakat aktingnya mulai terasah.

Deddy pernah terpilih sebagai aktor terbaik Festival Teater Remaja di Taman Ismail Marzuki (TIM). Bahkan untuk lebih mengasah aktingnya dia kuliah di Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ), sekarang bernama Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Namun, ia lebih memilih langsung terjun ke dunia perfilman ketimbang menyelesaikan kuliah.

Dalam perjalanan karirnya di dunia perfilman, Deddy banyak terlibat dalam pembuatan film, baik sebagai pemaian maupun sutradara.

Dia memulai karier di dunia film sejak tahun 1976 hingga 2013. Totalitas Deddy membuahkan hasil. Banyak penghargaan dia raihnya. Di antaranya Pemeran Pria Terbaik FFI dalam Arie Hanggara (1986), Pemeran Pembantu Pria Terbaik FFI dalam Opera Jakarta (1986), Pemeran Pria Terbaik FFI dalam Naga Bonar (1987), dan Pemeran Pria Terbaik FFI dalam Nagabonar Jadi 2 (2007).

Selain menjadi pemain film, sutradara, serta produser, dia juga menjadi bintang iklan sejumlah produk. Hidupnya lengkap di dunia ini. Namanya pun makin populer di tingkat nasional seiring kesuksesannya di dunia oeran.

Sejak 1997, ia mendirikan production house-nya sendiri, PT Demi Gisela Citra Sinema, dengan produksi pertama serial televisi Mat Angin, disusul kemudian dengan serial Ramadan Lorong Waktu (6 musim), Demi Masa, Kiamat Sudah Dekat (film dan serial televisi), film Ketika, film Nagabonar Jadi 2, serial televisi Para Pencari Tuhan, dan terakhir film Identitas yang meraih Piala Citra sebagai film terbaik FFI 2009.

Di semua judul itu, Deddy Mizwar bertindak selaku produser sekaligus aktor dan sutradaranya. Sinetron dan film produksi Citra Sinema dikenal konsisten mengandung muatan religi dan komedi, meski beberapa judul bergenre drama, misalnya serial televisi Adillah (RCTI), Rinduku CintaMu (SCTV), dan Gerbang Penantian (Lativi).

Sukses di dunia ini seakan memberi dorongan keyakinan bagi Deddy mencoba peruntungan ke dunia politik.

Pada tahun 2012 Deddy memutuskan terjun ke dalam dunia politik, mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat dalam Pilkada Jabar 2013, mendampingi gubernur petahana Ahmad Heryawan. Dari hasil penghitungan cepat (quick count) sejumlah lembaga survei, pasangan Heryawan dan Deddy dinyatakan menang satu putaran.

Akhirnya pada tanggal 3 Maret 2013 Pasangan Cagub - Cawagub nomor 4 Aher-Demiz ditetapkan menjadi pemenang Pilgub Jabar dan akan memimpin Jabar selama periode 2013 - 2018. Pasangan ini meraih 6.515.313 suara atau sekitar 32 persen dari suara sah dari 26 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

Pada tanggal 13 Juni 2013 Deddy Mizwar Resmi menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013-2018. Ia dilantik di Gedung Merdeka Bandung bersama Gubernur Jawa Barat terpilih Ahmad Heryawan.

Jelang Pilgub 2018, nama Demiz sudah digaungkan sejak awal. Demiz memang jadi target sejumlag partai.

Kabar majunya Demiz pertama diketahui setelah Partai Gerindra dan PKS yang membentuk 'Koaliai Reuni'. Koalisi ini awalnya akan mengusung pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu. Namun batal setelah Gerindra memutuskan untuk menarik dukungan kepada Deddy, begitu juga dengan PKS.

Setelah melalui pertemuan para petinggi partai di Jakarta, akhirnya koalisi ini memutuskan untuk mengusung pasangan calon Sudrajat- Ahmad Syaikhu yang merupakan kader terbaik dari masing-masing partai. Koalisi ini juga masih menanti sikap dari PAN yang hingga kini belum mengambil keputusan. [rok]

Komentar

Embed Widget
x