Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 02:54 WIB

Mega Serukan Kader Lawan Serangan Isu PKI

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Minggu, 7 Januari 2018 | 14:31 WIB

Berita Terkait

Mega Serukan Kader Lawan Serangan Isu PKI
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku geram dengan sejumlah tudingan yang mengarahkan kepadanya terkait isu PKI. Hal ini disampaikan mega disela-sela mengumumkan Paslon di 6 Provinsi Pilkada 2018.

"Bapak saya dibilang PKI padahal sudah diberi gelar oleh NU, yang sampai sekarang tidak pernah dicabut," ujar Megawati di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1/2018).

Dalam kesempatan itu dia bercerita banyak membicarakan hal ini kepada tokoh-tokoh agama seperti dari NU dan Muhammadiyah. Megawati meminta kepada para tokoh tersebut untuk membantu menjernihkan isu-isu tersebut.

"Tolong dibersihkan dong. Sekarang (isunya) turun ke PDIP, PKI. Itu kan singkatan, Partai Komunis Indonesia. Saya itu partainya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Ideologinya Pancasila," kata Mega.

Mega mengaku siap jika harus melalui proses hukum kepada orang-orang yang menuduh dirinya sebagai PKI. Dia juga mengharapkan bantuan polisi untuk aktif memerangi isu-isu negatif.

"Pasalnya pencemaran loh. Saya bilang sama pak polisi dua ini, tangkap dong. 'Harus ada yang ngadu bu'. Ya udah saya ngadu," jelas Megawati.

Tak hanya tuduhan kepada dirinya, Mega juga mengakui Presiden Jokowi dituding sebagai PKI oleh sekelompok orang. Dia mengaku kesal dan marah mendengar isu-isu tersebut.

"Sampai Pak Jokowi pun, kasian loh. '(Isu) Jokowi itu PKI, orangtuanya Cino'. Lah orang saya kenal sama ibunya. Piye loh. Bayangkan, dapat begituan terus enggak berharga bapak saya itu," ucapnya.

Mega lalu menyerukan kepada seluruh kader PDIP untuk melawan serangan isu PKI yang mengarah ke partainya. Dia juga meminta kepada para calon lawan politiknya untuk bersikap fair dalam kontes pilkada dan pemilu.

"Maka kalau PDIP itu kamu tolong dong, berani! Jelas-jelas namanya beda. Saya sampai geregetan. Siapa sih yang mainin? Maka saya katakan politisi, tapi jantan lah, jangan cengeng gitu. Ini republik apa? Republik Indonesia. Untuk apa sih Indonesia," tegas Mega. [ton]

Komentar

x