Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 15 Oktober 2018 | 23:18 WIB

PDIP Kutuk Politik Hitam di Balik Kasus Anas

Oleh : Happy Karundeng | Minggu, 7 Januari 2018 | 00:54 WIB

Berita Terkait

PDIP Kutuk Politik Hitam di Balik Kasus Anas
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan partainya mengutuk perilaku politik hitam terkait Cawagub Jatim Abdullah Azwar Anas oleh pihak tertentu yang dinilai mengejar kekuasaan dengan menghalalkan segala cara.

"Kami mengutuk perbuatan politik hitan seperti ini," kata Hasto Kristiyanto saat menjelaskan perihal surat pengunduran diri dan pengembalian mandat dari Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Abdullah Azwar Anas di halaman rumah Megawati Soekarnoputri, di Menteng, Jakarta, Sabtu (6/1/2018)

Menurutnya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan semua elite PDI Perjuangan menjadi sedih dengan adanya keputusan pengunduran diri dan pengembalian mandat dari Abdullah Azwar Anas yang menjabat Bupati Banyuwangi.

Karena itu, sejumlah elite DPP PDI Perjuangan berkumpul di rumah Megawati Soekarnoputri, di Menteng, Jakarta, Sabtu, guna membahas surat pengunduran diri dan pengembalian mandat tersebut.

"Azwar Anas orang baik. Beliau harus mengundurkan diri karena menjadi korban dari cara-cara politik kejam," kata Hasto.

Menurut Hasto, Azwar Anas adalah korban dari pihak-pihak yang haus kekuasaan sehingga melakukan hal-hal yang menghalalkan segala cara.

Azwar Anas, kata dia, sudah banyak berbuat untuk masyarakat Banyuwangi dan perjuangannya sampai pada posisi bakal calon wakil gubernur Jatim sudah dilaluinya dengan sangat berat.

Hasto juga menegaskan, PDI Perjuangan akan tetap mendukung Azwar Anas secara moral untuk menegakkan kebenaran.

Sebelumnya, Azwar Anas telah mengembalikan surat mandat penugasan dari PDI Perjuangan sebagai calon wakil gubernur Jawa Timur, pada Sabtu (6/1).

Sebelumnya, beredar di media sosial dua foto orang yang mirip dengan Azwar Anas yang dinilai tidak etis, karena mempertontonkan bagian tubuh diduga wanita. [tar]

Komentar

Embed Widget
x