Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Januari 2018 | 13:17 WIB
 

Cerita Kepala BSSN tentang Janda Kembang di Timtim

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 5 Januari 2018 | 20:21 WIB
Cerita Kepala BSSN tentang Janda Kembang di Timtim
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Djoko Setiadi - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Djoko Setiadi menggelar silaturahmi dengan awak media di kantornya pada Jumat (5/1/2018).

Dalam pertemuan yang santai itu, Djoko melihat situasi agak tegang sehingga memberikan dua joke (cerita lucu) supaya mencair.

Pertama, Djoko menceritakan soal kata sandi yang digunakan di medan pertempuran dimana tentara akan menembak apabila seseorang salah mengucapkan kata sandi. Nah, di Timor-Timur kata sandinya itu janda kembang.

"Jadi kalau teriak janda, kalau tidak jawab kembang pasti ditembak," kata Djoko.

Akhirnya, benar saja terjadi ketika malam hari dilakukan patroli dan ada wanita saat perang di tengah pasukan. Bahkan, senjata sudah siap untuk menembak jika salah menjawab kata sandi.

"Kalau tidak jawab kembang ya tembak. Ternyata, jawabannya begitu teriak janda, iya. Jadi ditembak atau tidak oleh tentaranya, sayang ditembak kan. Padahal prinsip harus tembak kalau tidak kembang," ujarnya.

Kemudian, Djoko memberikan joke keduanya soal ada lelaki dan wanita yang melakukan perbuatan zina di sebuah ruangan, namun ada yang mengintip. Tentu, timbul pertanyaan dosanya mana yang lebih besar apakah yang mengintip atau melakukan.

Jadi begini, ketika gadis dan pemuda melakukan berbuat zina, yang ngintip tidak puas kemudian naik ke genteng dibuka genteng dan dibuka genteng kan di kampung tidak ada plafon sehingga melihat sepenuhnya.

"Ketika selesai, cewek nanya sama cowoknya. Mas, kita berbuat seperti ini yang menanggung dosanya siapa? Ya kita serahkan yang di atas," tandasnya. [ton]

Komentar

 
Embed Widget

x