Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 13:27 WIB

Sandal Jepit dan Kaos Jokowi

Oleh : R Ferdian Andi R | Rabu, 3 Januari 2018 | 17:18 WIB

Berita Terkait

Sandal Jepit dan Kaos Jokowi
Presiden Joko Widodo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan tampil berbeda di depan publik. Dua benda yang menjadi bahan perbincangan publik yakni sandal jepit dan kaos oblong yang belakangan kerap dikenakan Presiden. Tentu, dua benda tersebut memiliki makna bagi Presiden.

Dua benda sederhana itu kini seolah identik dengan Jokowi. Sandal jepit sedikitnya dua kali dipakai Presiden di hadapan publik yakni saat berkunjung ke pantai di Bali yang ingin memberi pesan bahwa kondisi Bali telah pulih pasca erupsi Gunung Agung beberapa waktu lalu. Kesempatan lainnya, Jokowi menggunakan sandal jepit saat merayakan pergantian tahun baru 2018 di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Menariknya, kaos yang dikenakan Jokowi dipakai saat acara formal yakni saat meresmikan jalur kereta api Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa (2/1/2018). Soal kaos ini sebenarnya bukan kali ini saja dipakai Jokowi. Bedanya, kesempatan sebelumnya dikenakan saat acara yang cenderung tidak formal. Kali ini dipakai saat acara seremoni. "Masa mau naik kereta api pakai jas," seloroh Jokowi menjawab pertanyaan wartawan soal busana yang ia kenakan saat meresmikan jalur kereta api ke Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Penampilan Jokowi ini pun banyak mendapat perhatian publik tak terkecuali warga internet (internet citizen). Ada yang pro dan ada yang kontra. Soal busana ini pula, saat Pemilu Presiden 2014 lalu, salah satu bahan materi kampanye Jokowi yang disebar ke publik juga soal penampilan yang sederhana dari Jokowi ini. Kala itu, setiap atribut yang dikenakan Jokowi disebutkan besaran harganya. Rerata pakaian dan atribut yang dikenakan Jokowi bernilai harga rakyat kebanyakan.

Citra sederhana yang ditampilkan Jokowi ini, meski menjadi Presiden seolah ingin terus dikelola hingga menghadapi Pemilu 2019 mendatang. Sederhana itu Jokowi, Jokowi itu sederhana. Demikian kesan yang ditangkap publik.

Selain sisi sederhana yang ingin ditampilkan Jokowi, busana kaos yang dikenakan Jokowi juga tampak ingin mendekati generasi millenial. Generasi ini berjumlah hampir 50 persen dalam Pemilu 2019 mendatang. Ceruk suara yang besar untuk memenangi kontestasi politik dalam Pemilu 2019 mendatang.

Sikap sederhana sebenarnya tidak sekadar tampilan di luar melalui atribut yang dikenakan. Dalam konteks pejabat publik sederhana mestinya diwujudkan pada keberpihakan kebijakan kepada khalayak kebanyakan.

Ekspolitasi kesederhanaan bisa saja efektif untuk waktu tertentu. Namun, menjadikan kesederhanaan dalam ruang publik dengan kesan yang tak wajar, menjadi kontraproduktif. Pengajar filsafat UI Rocky Gerung dalam kicauan di Twitter menuliskan, "kesederhanaan yang dipamerkan itu menipu. Kesederhanaan politis," kicau Rocky dalam akun Twitternya @rockygerung.

Komentar

Embed Widget
x