Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Oktober 2018 | 11:02 WIB

Tito: Tidak Semua Kasus di Polri Terpantau Saya

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Rabu, 3 Januari 2018 | 16:47 WIB

Berita Terkait

Tito: Tidak Semua Kasus di Polri Terpantau Saya
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengaku kesulitan mengawasi kinerja reserse dalam penanganan kasus, karena sistem pengawasan yang manual.

"Polri sampai hari ini belum memiliki manajemen yang menggunakan IT. Saya tahun 1998 sudah sekolah di Australia, dia punya sistem Case Management Information System, CMIS," kata Tito di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/1/2018).

Dalam sistem manajemen CMIS, kata Tito, semua perkara dimasukkan ke satu basis data. Kemudian data itu dapat diakses dengan kode pengamanan yang dimiliki setiap pimpinan kepolisian.

Dengan demikian, lanjut Tito, para pimpinan dapat mengecek perkembangan kasus apapun.

"Semua manajemen kasus itu masuk dalam satu database besar dan kemudian bisa diakses oleh para pimpinan dan bisa dicek oleh para pimpinan dan seterusnya. Tapi dengan sekuriti dan password tertentu. Seperti Kapolri, saya bisa mengakses semua kasus yang ditangani seluruh Indonesia," jelas dia.

Tito mengungkapkan Polri menerima 1.000-2.000 kasus setiap hari. Jika diakumulasikan selama sebulan, banyaknya laporan yang diterima Polri berjumlah 34.000 kasus. Artinya dalam satu tahun Polri hampir menangani 400 ribu kasus.

Tito mengakui dirinya tak mampu jika harus mengawasi perkembangan 400 ribu kasus dengan sistem manual. Dia memberi contoh salah satu kasus yang sempat terlewat pengawasannya oleh dia adalah kasus dugaan surat palsu dan penyalahgunaan wewenang pimpinan KPK dimana Bareskrim mengeluarkan Sprindik.

"Contoh ada kasus ditanya kepada saya, pengacara SN (Setya Novanto) dari Mabes Polri. Bareskrim mengeluarkan sprindik, saya sebagai Kapolri tidak tahu semua kasus. Saya tahu kalau kasus dilaporkan oleh bawahan, kedua komplain resmi atau melalui HP atau melalui komplain di media baru, saya baru tahu," ungkap Tito.

Namun jika kasus tersebut sudah menjadi perhatian publik maka dirinya akan meminta kepada jajarannya untuk memaparkan seputar kasus tersebut agar bisa diambil disposisi olehnya.

"(Kasus pimpinan KPK) saya suruh paparan lengkap kasusnya, baru saya memberikan arahan. Mana mungkin saya tahu 400 ribu kasus dalam setahun," sambung Tito.[jat]

Komentar

Embed Widget
x