Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Januari 2018 | 08:06 WIB
 

DPR Diharap Revolusi Jadi Lembaga Produktif

Oleh : - | Selasa, 2 Januari 2018 | 22:17 WIB
DPR Diharap Revolusi Jadi Lembaga Produktif
Ketua Komisi III DPR, Bambang Soesatyo - (Foto: inilahcom/Didik S)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Komisi III DPR, Bambang Soesatyo mengatakan anggota DPR harus segera berevolusi menjadi institusi yang kontributif dan produktif.

Sebab, sekarang produktifitas DPR dibenamkan dalam persepsi negatif lewat persepsi yang lama terbentuk.

"DPR harus segera berevolusi menjadi institusi yang kontributif dan produktif mengingat peran dan fungsinya signifikan, baik sebagai pembuat undang-undang, penyusun anggaran negara maupun sebagai pengawas jalannya pemerintahan," katanya, Selasa (2/1/2018).

Anggota Fraksi Partai Golkar ini mengatakan DPR yang kontributif dan produktif pada semua tahapan dan proses pembangunan nasional adalah harapan seluruh rakyat.

Karena pada setiap anggota DPR melekat asumsi bahwa dia paling tahu apa yang paling dibutuhkan daerah pemilihannya.

"Kontributif dalam arti menyuarakan dan gigih memperjuangkan aspirasi konstituen dalam forum rapat Alat Kelengkapan Dewan (AKD)," ujarnya.

Menurut dia, DPR juga harus semakin produktif menjalankan fungsi dan kerja legislasi selain gagasan dari pemerintah inisiatif DPR tentu sangat diharapkan.

Namun, DPR tidak cukup berinisiatif saja tapi wajib menuntaskan perumusan rancangan undang-undang (RUU) untuk diundangkan.

"Tidak berarti selama ini DPR tidak berbuat, sudah menjadi fakta bahwa DPR telah berkontribusi. Namun, publik menilai kontribusi DPR sejauh ini masih sangat-sangat minimal," jelasnya.

Ia mencontohkan target penyelesaian program legislasi nasional (Prolegnas) sudah berulang kali meleset. Sehingga banyak pihak menilai DPR tidak produktif bahkan produktifitasnya rendah karena banyak para legislator sibuk menjalani lakon sebagai pelaku politik praktis dan menomorduakan fungsinya sebagai wakil rakyat serta legislator.

"Tingkat kehadiran anggota pada rapat-rapat AKD terbilang rendah dengan alasan yang tidak pernah jelas. Dari sudut pandang ini, muncul penilaian bahwa DPR sebagai institusi tidak pandai dan tidak arif dalam mengelola waktu," tandasnya. [ton]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x