Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 April 2018 | 23:22 WIB
 

97 Butir Peluru yang Dikirim ke Papua Ilegal

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Selasa, 2 Januari 2018 | 21:13 WIB
97 Butir Peluru yang Dikirim ke Papua Ilegal
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Polri memastikan 97 butir peluru yang diamankan aparat dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel) berstatus ilegal. Peluru yang jumlahnya hampir seratus butir itu disebut akan dikirim ke Papua.

"Ilegal, pasti," terang Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (2/1/2018).

Setyo mengatakan saat ini Polda Sulsel bekerja sama dengan Polda Papua sedang mengusut kasus ini. Dia berharap kasus ini segera terungkap karena identitas pengirim dan penerima yang tertera di paket adalah asli.

"Motif penyelundupan) Itu masih diselidiki. (Polda Sulsel) kerja sama dengan Polda Papua. Identitas sudah diketahui (aparat). (Keberadaan) pengirim, penerima sekarang masih ditelusuri," ujar Setyo.

Setyo enggan mengaitkan penyelundupan amunisi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Saat ini barang bukti 97 butir peluru berada di Laboratorium Forensik Polri untuk diperiksa.

"Belum jelas, tapi identitas (pengirim-penerima) sudah ketahuan, alamatnya, orangnya. (Jenis) amunisinya saya belum tahu kalibernya berapa, tapi jumlahnya 97. Masih dalam pendalaman teman-teman di Labfor," ungkap Setyo.

Sebelumnya, Petugas keamanan Bandara Sultan Hasanuddin, pada Sabtu (30/12/2017), berhasil menggagalkan pengiriman puluhan butir peluru dari Makassar, Sulawesi Selatan ke Jayapura. Sebanyak 97 butir peluru tersebut dikirim oleh seseorang melalui kargo Bandara Sultan Hasanuddin.

Pengiriman paket ini digagalkan setelah melewati X-ray kargo bandara. Saat diperiksa, pada paket yang datanya berisikan dokumen, pakaian, dan mainan ini ternyata terselip butiran amunisi, sepasang sandal, dan gunting.

Rencananya, paket itu akan dikirim menggunakan pesawat Lion Air JT 0798 tujuan Jayapura pada 1 Januari 2018. Pengirimnya atas nama AR dari Makassar, yang ditujukan ke Jalan Nimborang, Jayapura, Papua.[jat]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x