Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 02:52 WIB

Cak Imin Cawapres Jokowi, Mungkinkah?

Oleh : R Ferdian Andi R | Selasa, 2 Januari 2018 | 16:21 WIB

Berita Terkait

Cak Imin Cawapres Jokowi, Mungkinkah?
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar - (Foto: inilahcom/Ray Muhammad)

INILAHCOM, Jakarta - Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di sela-sela peresmian kereta bandara Soekarno Hatta, Selasa (2/1/2018) memunculkan banyak spekulasi. Salah satunya soal niat Cak Imin yang maju dalam Pilpres 2019 mendatang sebagai calon wakil presiden.

Pertemuan Jokowi dan Cak Imin secara demonstratif ini menimbulkan perbincangan hangat di publik. Peristiwa tersebut cukup langka. Ini lantaran pertemuan Presiden dengan pimpinan partai politik secara terbuka terlebih dalam acara resmi Presiden, belum pernah terjadi.

Menariknya lagi, Ketua Umum PKB tersebut melalui mesin politiknya dalam beberapa pekan terakhir ini gencar sosialisasi sebagai calon wakil presiden dalam pemilu 2019 mendatang. Meski iklan Cak Imin melalui berbagai ruang publik tersebut masih menimbulkan tanda tanya, ia akan mendampingi capres siapa?

Pertemuan Jokowi-Cak Imin di awal tahun ini seolah menuntun publik untuk beropini cak Imin ingin bersanding dengan Jokowi, pun juga sebaliknya, Jokowi mengelus Ketua Umum PKB sebagai pendampingnya dalam Pilpres 2019 mendatang.

Pertemuan demonstratif tersebut dapat juga dimaknai sebagai bentuk pengenalan dini atas rencana atau upaya yang dilakukan oleh salah satu pihak di antara keduanya. Meskipun demikian, pertemuan tersebut tidak memiliki makna special mengingat pertemuan digelar di ruang terbuka dan nyaris tidak ada ruang komunikasi yang eksklusif dilakukan kedua tokoh tersebut.

Terlebih, Jokowi mengaku bila dirinya sudah lama tidak bertemu dengan Cak Imin sebagai pimpinan partai politik mitra koalisi. "Saya lama dengan beliau enggak ketemu. Terus kemarin saya telepon, saya bilang ketemu di bandara saja sambil naik kereta bandara," aku Jokowi. Meski saat ditanya soal agenda pertemuan Jokowi berseloroh "Ngobrolin soal kereta," tukas Jokowi.

Cak Imin di panggung politik Tanah Air merupakan sosok politisi muda yang dianggap merepresentasikan politik dari kalangan santri. Latar belakangnya sebagai aktivis NU, secara elektoral dapat menguntungkan bagi siapa saja yang mampu mengeksploitasinya.

Posisi PKB sebagai partai koalisi pemerintahan Jokowi, saat Pemilu 2014 lalu memiliki kontribusi yang tidak kecil atas kemenangan Jokowi. Penetapan hari santri, menjadi jejak politik kedekatan Jokowi dan komunitas Nahdliyin dan PKB saat Pemilu 2014 lalu.

Hanya saja, jika menyimak sejumlah sigi perusahaan riset politik yang digelar belakangan, nama Muhaimin sama sekali tertinggal jauh dengan sejumlah figur debutan baru seperti Agus Harimurty Yudhoyono termasuk mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Seperti simulasi survei yang digelar Polmark, saat Jokowi disandingkan dengan Muhaimin, hanya mampu mengantongi dukungan 2,1 persen. Pun hal yang sama saat Muhaimin disandingkan dengan Prabowo Subianto, hanya mampu mengantongi elektabilitas 1,6 persen saja.

Jika melihat data-data tersebut, figur Muhaimin masih jauh panggang dari api untuk diajak memenangkan kontestasi politik di 2019. Apalagi, indikasi pemilu 2019 bakal lebih keras dibanding tahun 2014 lalu semakin kentara belakangan. Potensi bipolarisasi dua kekuatan diprediksikan bakal kembali terjadi.

Memang, kalkulasi politik tidak sekadar angka riset semata, masih banyak faktor lainnya. Satu-satunya keunggulan Muhaimin tak lain adalah latar belakangnya dari ormas dan aktivis NU yang kerap bersanding manis dengan kalangan nasionalis.

Meski, jika dicek kembali, figur yang berlatar belakang NU tentu bukan hanya Cak Imin. Sejumlah tokoh muda dari latar belakang NU dan memiliki reputasi yang baik. Sebut saja Yenni Wahid, puteri Gus Dur ini juga memiliki reputasi yang baik. Selain puteri Gus Dur, Yenni juga dikenal sebagai penerus gagasan dan ide Gus Dur dalam persoalan pluralisme, keberagamaan, toleransi dan lain-lain.

Jadi, cukup dini jika menarik simpulan pertemuan Jokowi-Cak Imin menjadi sinyal kuat kedua tokoh tersebut bersanding. Faktanya, politik cukup dinamis. Kocok ulang sejumlah pasangan kepala daerah di beberapa daerah menjadi pelajaran berharga dalam politik praktis, betapa perkawinan politik itu mudah kendur dan potensial cerai sebelum akad.

Komentar

x