Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 00:31 WIB

Djan Diminta Baca Putusan MA dengan Pikiran Jernih

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Sabtu, 30 Desember 2017 | 23:05 WIB
Djan Diminta Baca Putusan MA dengan Pikiran Jernih
(Foto: Inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta - Sekretaris Jenderal PPP, Arsul Sani meminta kepada Djan Faridz dan Humphrey Djemat untuk membaca Putusan Mahkamah Agung dengan mata hati terbuka dan pikiran yang jernih.

"Tanpa mata hati terbuka dan pikiran jernih, maka kesimpulan dan sikap yang keluar cenderung menyesatkan publik dan melenceng dari prinsip-prinsip hukum yang benar," kata Arsul di Jakarta, Sabtu (30/12/2017).

Ia menjelaskan siapa pun yang pernah belajar hukum dan kemudian mata hati serta pikirannya terbuka, maka akan membaca semua putusan pengadilan dengan melihat bunyi amar putusannya terlebih dahulu.

"Jika amar putusannya jelas, maka tidak perlu ditafsir-tafsirkan sepihak secara mengada-ada," ujar anggota DPR RI ini.

Menurut dia, dalam persoalan PPP itu Putusan MA-RI No. 79/2017 yang dikeluarkan pada bulan Juni 2017 secara tegas amar putusannya membatalkan Putusan Kasasi MA-RI No. 601/2015. Pasalnya, putusan kasasi inilah yang selama ini menjadi dasar Djan Faridz Cs untuk mengklaim legalitas kepengurusannya.

Artinya, kata Arsul, kalau dasar hukum yang menjadi klaim legalitasnya sudah dibatalkan sendiri oleh lembaga peradilan tertinggi tersebut. Maka, menjadi tiada lagi dasar untuk mengklaim Djan Cs sebagai pengurus PPP yang sah.

"Sah atas dasar apa, wong SK Menkumham tidak punya dan Putusan PK MA membatalkan putusan kasasi sebelumnya," jelas dia.

Ia menilai lenyapnya dasar bagi Djan untuk mengklaim legalitas kepengurusan PPP menjadi tambah nyata, karena permintaan kasasinya untuk membatalkan SK Menkumham tentang kepengurusan PPP dibawah Ketua Umum Romahurmuziy juga ditolak MA.

"Kami menyarankan kepada Humphrey Djemat agar tidak memberikan pendapat hukum kepada Djan Cs secara keliru agar reputasinya sebagai seorang advokat tidak rusak," tandasnya. [ind]

Komentar

x