Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 April 2018 | 20:06 WIB
 

Isu SARA Diproduksi Politikus Haus Kekuasaan

Oleh : Happy Karundeng | Sabtu, 30 Desember 2017 | 08:01 WIB
Isu SARA Diproduksi Politikus Haus Kekuasaan
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Analis Politik dari UNJ Ubedillah Badrun menilai
tahun 2018-2019 tensi politik akan cenderung meninggi sebagai konsekuensi logis dari kontestasi politik pilkada dan pilpres yang liberalistik.

"Tensi politik yang meninggi terjadi karena sistem pemilu liberalistik yang dipilih elit politik kita. Jadi elit politik (presiden, DPR, Mentri, dll) tidak perlu menyalahkan publik yang ikut-ikutan meninggi tensi politiknya, bukankah elit politik sendiri yang membuat sistem dan sarananya," katanya kepada INILAHCOM, Jumat (29/12/2017).

Ia menjelaskan, meningginya tensi politik akan berdampak pada meningginya tensi sosial. Sebab ketika tensi politik meninggi niscaya melibatkan reaksi publik yang merupakan entitas sosial yang terlibat sebagai pemilih atau sekaligus simpatisan dalam kontestasi pilkada maupun pilpres mendatang.

"Tensi politik dan tensi sosial yang meninggi itu lebih banyak disebabkan oleh gaya komunikasi politik dan content komunikasi politik para elit politik, termasuk di dalamnya misalnya menyinggung isu SARA. Jadi isu SARA itu lebih terlihat justru diproduksi oleh elit politik yang sedang memperebutkan kekuasaan," ulasnya.

Jadi menurutnya sistem dan elit adalah dua faktor utama tingginya tensi politik dan tensi sosial.

"Oleh karenanya jika ingin kontestasi politik di tahun politik mendatang tidak meninggi tensi sosial politiknya maka sistem pemilu dan content, serta gaya komunikasi politik elit politik harus diperbaiki," tandasnya.

Diketahi tahun 2018-2019 akan menjadi tahun poltik di Indonesia. Pasalnya dua tahun kedepan ini, Indonesia akan diramaikan dengan pesta demokrasi. Pilkada serentak di 2018 dan Pilpres di tahun 2019. Pertarungan yang akan tersaji pun dinilai akan menarik. Sejumlah isu diprediksi akan digunakan sebagai senjata. Isu yang diprediksi akan digemakan antara lain isu Sara, politik identitas dan isu politik uang. [hpy]

Komentar

 
Embed Widget

x