Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Juli 2018 | 20:47 WIB
 

Pilgub DKI 2017 Dianggap Rusak Prinsip Kebhinekaan

Oleh : Happy Karundeng | Sabtu, 30 Desember 2017 | 05:04 WIB
Pilgub DKI 2017 Dianggap Rusak Prinsip Kebhinekaan
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Politikus Partai Golkar Indra Bambang Utoyo mengatakan terkait berkembangnya isu SARA dan Politik Identitas dalam perhelatan pesta demokrasi sebenarnya sudah diingatkan oleh para pendiri bangsa.

"Kita sudah diingatkan oleh para pendiri bangsa. Kita ini bangsa yang majemuk, maka slogan Bhinneka Tunggal Ika itu harusnya dicerminkan pada gotong royong dan kekeluargaan. Pilgub DKI lalu memporak-porandakan prinsip itu. Muncul politik identitas yang kita sendiri tidak menyangka berkembang seperti itu," katanya kepada INILAHCOM, Jumat (29/12/2017).

Ia menilai pergeseran nilai ini dimulai dengan dibuatnya UUD baru hasil amandemen 2002, yang dianggapnya bablas. Nilai dasar Pancasila pada Konstitusi baru itu disebutnya tersusupkan paham liberalisme.

"Lihat ayat 4 pasal 33. Lalu sistim permusyawaratan/perwakilan dalam pemilihan kepala daerah menjadi pemilihan langsung. Ini cerminan liberalisme. Yang muncul pada pilkada tidak lagi jualan program dan ide, namun bagian besarnya menunjukkan siapa kuat dia yang menang. Maka mulai muncul politik identitas dan politik uang sebagai konsekwensi dari pilihan langsung. Puncaknya pada pilgub DKI lalu," ulasnya.

Menurutnya semua Parpol dan para calon kepala daerah perlu menyadari hal ini. Karena bila tetap lakukan politik identitas berbasis SARA dan politik uang, Indonesia tidak akan menghasilkan sebuah demokrasi yang memajukan dan menyatukan bangsa.

"Mungkin sudah waktunya Lembaga Parlemen kita mengkaji lagi amandemen UUD45 itu, termasuk UU Pemilu bersama sistimnya. Paling tidak ada harus ada niatan untuk menghindarkan politik identitas berbasis SARA dan politik uang," tandasnya.

Diketahi tahun 2018-2019 akan menjadi tahun poltik di Indonesia. Pasalnya dua tahun kedepan ini, Indonesia akan diramaikan dengan pesta demokrasi. Pilkada serentak di 2018 dan Pilpres di tahun 2019. Pertarungan yang akan tersaji pun dinilai akan menarik. Sejumlah isu diprediksi akan digunakan sebagai senjata. Isu yang diprediksi akan digemakan antara lain isu Sara, politik identitas dan isu politik uang. [hpy]

Komentar

Embed Widget

x