Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 11:13 WIB

Jamin Pilkada Aman

Kapolri Ajak Panglima Safari Indonesia

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Jumat, 29 Desember 2017 | 17:37 WIB
Kapolri Ajak Panglima Safari Indonesia
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian akan melakukan safari keliling Indonesia bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengumpulkan personel guna mengamankan wilayah masing-masing pada Pilkada 2018.

"Oleh karena itu, kekuatan yang paling mungkin mengamankan bersama-sama pilkada adalah TNI. Saya sudah sampaikan ke Panglima TNI, mohon dukungan maksimal. Dan kami akan bersafari seperti yang dilakukan kemarin di Kalbar, kita kumpulkan polisi dan TNI mengamankan wilayah masing-masing. Kuncinya ada di sana," ujar Tito dalam acara rilis akhir tahun Polri di gedung Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (29/12/2017).

Tito menjelaskan dirinya sudah memetakan 171 wilayah yang menggelar Pilkada serentak 2018. Dia sudah mengantongi strategi guna mengantisipasi ancaman-ancaman di daerah rawan.

"Ada persebaran kerawanan. Kita paham, (akibat) pilkada, terjadi polarisasi masyarakat. Polarisasi oke saja. Tapi di sisi lain polarisasi adalah pemecahan masyarakat sesuai hak pilihnya. Yang namanya pemecahan itu kalau berbeda kepentingan akan ada potensi konflik. Oleh karena itu, potensi konflik bisa terjadi di 31 provinsi dari 34. Yang penting bagaimana kita mengelola agar tidak merugikan," ungkap Tito.

Pilkada Serentak 2018 akan digelar di 31 provinsi. Pilkada tersebut akan digelar di 171 daerah, yakni di 17 tingkat provinsi, 39 tingkat kota, dan 115 tingkat kabupaten.

Tito menyebut adanya pilkada serentak di 31 provinsi tahun depan membuat kekuatan Polri di daerah banyak dibutuhkan. Nantinya personel kepolisian dari Papua Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang tidak menggelar Pikkada akan diperbantukan ke daerah rawan.

Tito berpendapat, daerah yang disebut rawan yakni daerah yang memiliki lebih dari satu calon pasangan dan memiliki isu yang sensitif. Otomatis, kata dia, daerah tersebut akan menjadi fokus sehingga diterapkan tingkat pengamanannya.

"Kalau pasangannya satu tidak rawan, tapi kalau pasangannya lebih dan komposisinya rawan dengan isu provokatif dan sensitif akan kita anggap daerah rawan. Kita akan membuat pola operasi yang pas," ujarnya.

Tito lalu memaparkan daerah rawan sementara diantaranya Jawa Barat, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Papua, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Maluku, dan NTT.

Daerah tersebut masih bisa berubah dipetakan rawan setelah ada penetapan pasangan calon pada Februari 2018 mendatang.

"Kita akan cek kerawanan, yang utama sangat bergantung pada pasangan calon. Pada saat pengumuman awal Februari, ada pola landskap konflik pilkada," terang Tito.[jat]

Komentar

x