Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 15 Agustus 2018 | 22:39 WIB

Pergantian Kabais Diduga untuk Suksesi Pemilu 2019

Oleh : - | Kamis, 28 Desember 2017 | 17:50 WIB
Pergantian Kabais Diduga untuk Suksesi Pemilu 2019
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Puyono - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Puyono menyebut pergantian Kabais TNI Mayjen TNI Ilyas Alamsyah terlalu terburu-buru.

Sebab, pencopotan ini dilakukan setelah Mayjen Ilyas baru menjabat belum genap 3 bulan dan mendadak dilakukan usai dirinya Umroh. Arief menduga pergantian ini adalah strategi Jokowi untuk pilpres 2019.

"Ini ada semacam subjektifas. Sebab dia baru bekerja selama 3 bulan. Tidak ada kesalahan fatal. Saya menduga ada hubungannya dengan pemilu 2019. Dimana menempatkan Kabais yang nantinya bisa menjalankan perintah-perintah Jokowi untuk pemenangan," kata Arief saat dihubungi, Jakarta, Kamis (28/12/2017).

Dia mengamini, pergantian ini adalah hak Panglima TNI, meskipun orang tersebut baru menjabat. "Saya juga melihat pergantian ini Panglima menggunakan faktor like n dislike dalam pergantian ini," ujar dia.

Arief meminta seluruh prajurit tetap tenang dalam menghadapi kegaduhan ini. Meski dia yakin ada keperpihakan.

"Jokowi terlihat ketakutan karena surveinya terus melorot. Saya juga takut Kabais ini akan melakukan operasi senyap," ujar dia.

Diketahui jabatan Kepala Bais baru saja dipindahkan dari Mayjen Ilyas Alamsyah, perwira tinggi TNI AD, kepada Marsda Kisenda Wiranata Kusuma, yang merupakan perwira tinggi TNI AU. Keputusan tersebut dikeluarkan pada Selasa (19/12) kemarin dengan Nomor Kep/1042/XII/2017.

Panglima Hadi tak banyak bicara soal pilihannya itu. Untuk diketahui, ini kedua kalinya perwira TNI AU menjabat sebagai Kepala Bais. Posisi Kepala Bais pernah disandang oleh perwira tinggi dari tiga matra TNI. Namun selama ini posisi tersebut kebanyakan diisi oleh jenderal angkatan darat.

"Penjelasan saya sudah tahu, kan? Profesionalitas dan manned system di jabatan TNI," ujar Marsekal Hadi saat ditanya soal posisi Kepala Bais.

Hal tersebut disampaikan Hadi di Markas Divisi I/Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Rabu (20/12). Sebelum mengeluarkan mutasi soal Kepala Bais, Marsekal Hadi baru saja mengeluarkan surat keputusan untuk menganulir mutasi 16 pati.

Pembatalan tersebut tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982.a/XII/2017 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI. Keputusan itu disebutkan perubahan pada Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982.a/XII/2017 yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh Jenderal Gatot Nurmantyo pada 4 Desember 2017 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI atas nama 84 perwira tinggi TNI, termasuk Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi.

"TNI memiliki petunjuk administrasi yang baku dan di situ dilaksanakan mulai bertahap, mulai dari satuan bawah. Artinya mulai dari pembinaan kesatuan sampai dengan masuk kepada Mabes TNI. Jukmin (petunjuk pimpinan) yang baku itu tidak mengenal yang namanya like and dislike," terang Hadi. [rok]

Tags

Komentar

x