Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 27 Mei 2018 | 12:01 WIB
 

Orangutan Diana Kembali ke Alam Bebas di Hari Ibu

Oleh : - | Sabtu, 23 Desember 2017 | 12:00 WIB
Orangutan Diana Kembali ke Alam Bebas di Hari Ibu
(Foto: Istimewa/LHK)

INILAHCOM, Jakarta - Diana, orangutan betina berumur 9 tahun, dapat kembali hidup di alam liar, bertepatan dengan peringatan Hari Ibu pada 22 Desember 2017 kemarin. Satwa liar itu sudah lebih dari dua tahun menjalani rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Orangutan di Batumbelin, Sibolangit, Sumatera Utara.

Kegiatan pelepasliaran ini dilakukan Direktur Kawasan Konservasi, Direktorat Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Suyatno Sukandar, di Pusat Reintroduksi Orangutan Sumatera di Taman Wisata Alam (TWA) /Cagar Alam (CA) Jantho, Aceh Besar.

"Program reintroduksi orangutan sebagaimana di Jantho ini merupakan program yang sangat penting dan harus didukung, untuk meliarkan kembali orangutan Sumatera yang dipelihara masyarakat," ungkap Suyatno.

Menurut Suyatno, konservasi memiliki tugas sakral yang tidak hanya untuk melestarikan satwa liar, namun juga untuk kepentingan masa depan umat manusia."Untuk itu, upaya penyadartahuan masyarakat untuk terlibat dalam upaya konservasi sumberdaya alam hayati, harus terus dilakukan," lanjutnya.

Suyatno juga menegaskan, masyarakat tidak seharusnya memelihara satwa liar dilindungi, selain karena melanggar undang-undang, juga akan mengancam kelestarian satwa tersebut, sebagaimana yang terjadi pada jenis orangutan.

Diana sendiri merupakan salah satu orangutan sitaan dari Aceh Besar tahun 2015 yang lalu, dan telah melewati proses rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Orangutan di Batumbelin, Sibolangit, Sumatera Utara.

Sementara kawasan TWA/CA Jantho merupakan bagian Ekosistem Laumasen, yang tersambung dengan Hutan Lindung Panca dan Tangse. Habitat ini sangat ideal untuk orangutan sumatera, dengan daya dukung (carrying capacity) yang cukup besar, sehingga layak untuk hidup ratusan bahkan ribuan orangutan.

Sejak dioperasikan pertama kali tahun 2010 yang lalu, sudah ada 102 individu yang dilepasliarkan di Jantho dengan tingkat keberhasilan 90 persen. Bahkan dari orangutan sumatera yang dilepasliarkan, telah berkembang biak sekurangnya 2 individu di tahun 2017 ini.

Pelepasliaran orangutan ini dilakukan seiring kegiatan Kemah Konservasi Alam yang dilaksanakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh. Tampak hadir sejumlah komunitas konservasi yang terdiri dari Grup Media Konservasi Aceh dan Kader Konservasi BKSDA Aceh. [*]

Komentar

 
Embed Widget

x