Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 02:18 WIB
 

KPK Sebut Vonis Andi Buktikan Adanya Korupsi e-KTP

Oleh : Ivan Setyadi | Jumat, 22 Desember 2017 | 10:43 WIB
KPK Sebut Vonis Andi Buktikan Adanya Korupsi e-KTP
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut baik vonis yang diberikan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta terhadap Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Andi divonis penjara selama delapan tahun penjara plus denda sebesar Rp1 miliar atas kasus korupsi e-KTP.

"Voni Itu sesuai dengan yang pimpinan KPK putuskan dan vonis lainya juga berkesesuaian sebagaimana tuntutan lainya," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (22/12/2017).

Menurut Saut, vonis terhadap Andi jelas membuktikan adanya praktik rasuah dalam pembahasan proyek e-KTP. Vonis diharapkan sesuai dengan hak keadilan bagi setiap Hwarga negara.

"Hal ini menegaskan apa yang kita kerjakan pada kasus e-KTPini dudah benar dan semoga memenuhi keadilan," ujarnya.

Namun, Saut mengaku hingga kini pihaknya belum memutuskan bakal melakukan penyitaan pada sejumlah aset milik Andi atau tidak. Hal itu masih akan ditelaah para komisoner lembaga Antirasuah.

"Kalau tidak ada kaitan dengan kasus Itu nanti kita lihat dulu karena kita tidak boleh menyita hal yang tidak terkait dengan kasusny," pungkas Saut.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor sebelumnya menjatuhkan hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Andi dianggap terbukti secara sah dan bersalah atas kasus korupsi e-KTL.

Tak hanya itu, majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar USD2,5 juta dan Rp1,168 miliar. Uang pengganti wajib dibayar satu bulan setelah vonis tersebut berkekuatan hukum tetap

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan jika denda tidak dibayar dalam tenggat waktu yang telah ditentukan, harta benda dan aset milik Andi akan di sita negara. Bahkan hukuman Andi akan ditambah selama dua tahun penjara bila harga harta benda dan aset Andi masih kurang.

Andi terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [ton]

Komentar

 
Embed Widget

x