Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 13:23 WIB

Menteri LHK Apresiasi Putusan PTUN Tolak RAPP

Oleh : - | Kamis, 21 Desember 2017 | 22:33 WIB
Menteri LHK Apresiasi Putusan PTUN Tolak RAPP

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyambut baik keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur yang tidak menerima permohonan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) pada Kamis (21/12/2017).

PT RAPP mengajukan gugatan ke PTUN untuk membatalkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Industri (RKU PHHK-HTI).

Siti Nurbaya mengapresiasi dan berterima kasih kepada semua jajaran eselon di LHK dalam menangani kasus ini, namun tentunya ini bukan soal menang tapi keyakinan atas hal yang harus ditempuh dalam rangka kepentingan umum.

"Kita semua dapat belajar dari peristiwa ini. Saya mau semua eselon 1 yakin akan langkah yang ditempuh dan itulah akuntabilitas publiknya," katanya di Jakarta.

Kemudian, Siti Nurbaya juga bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berterima kasih kepada majelis hakim yang telah memutus perkara ini dengan adil. Selain itu, kepada seluruh pihak baik pimpinan lembaga PTUN, MA, KY, pakar dan aktivis lingkungan yang mengikuti proses hukum ini.

Menurut dia, Kementerian LHK akan melangkah dengan kebijakan untuk pertimbangan melakukan preaudit bagi RAPP dan APRIL Group sesuai keputusan Menteri.

"Kementerian LHK akan melakukan evaluasi dari semua aspek seperti yang kita lakukan terhadap Freeport dengan 20 personil bekerja beberapa bulan. Persiapan sedang dilakukan," jelas dia.

Untuk diketahui, majelis hakim yang diketuai Oenoen Pratiwi memutuskan dan menyatakan permohonan yang diajukan PT RAPP tidak tepat dalam sidang putusan di PTUN Jakarta Timur.

Dengan demikian, PT RAPP tetap memiliki kewajiban untuk menyelesaikan revisi RKU untuk dapat melanjutkan kegiatan usaha di lahan seluas 338 ribu hektare di Riau.

"Permohonan pemohon tidak dapat diterima dalam hal permohonan tidak memenuhi syarat formal," ujar Oenoen.[ris]

Komentar

x