Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 April 2018 | 16:01 WIB
 

Bareskrim Ungkap Peredaran Sabu 100 Kg

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Kamis, 21 Desember 2017 | 18:17 WIB
Bareskrim Ungkap Peredaran Sabu 100 Kg
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis Sabu jaringan internasional. Penyelundupan barang haram ini melibatkan jaringan internasional sindikat Malaysia-Belawan (Medan).

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto mengatakan modus para pelaku mengelabui petugas yakni dengan mengubur 100 Kg Sabu di belakang rumah dengan dibungkus tujuh karung goni.

"Selama dua minggu tim melakukan mapping lokasi termasuk jalur yang dilalui. Akhirnya hari yang ditentukan dan selama hampir tujuh jam tim berhasil menemukan jejak pelaku," ujar Eko di gedung Bareskrim, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (21/12/2017).

Eko mengatakan pengungkapan kasus ini merupakan pengembangan dari 134 Kg yang disita dua bulan lalu. Kemudian timnya melakukan pengembangan dan didapat informasi adanya pengiriman sabu dari Aceh yang akan dibawa dari Penang ke Belawan, Medan.

"Di sebuah rumah di Jalan Baru, Medan, petugas berhasil mengamankan Arman bersama temannya Safei. Setelah diinterogasi, pelaku mengakui telah menyimpan sabu di belakang rumah," ujar Eko.

Dalam pengungkapan kasus itu, polisi berhasil mengamankan tiga orang tersangka dengan memiliki peran masing-masing. Tersangka pertama AN alias MAN (30) yang bertugas sebagai kapten kapal atau tekong.

Tersangka kedua, SI alias FI'I (28) berperan membawa sabu dari kapal menuju rumah; dan ketiga adalah ES alias ADI (39) selaku pengendali peredaran narkotika.

"Ada satu lagi (A) Masih DPO, kami bersama dengan Malaysia juga satu A, ini berada di Malaysia. Karena diduga barang bukti masih banyak di Penang," ucap Eko.

Sabu tersebut dikemas plastik teh Cina warna kuning dan hijau lalu dilakban kemudian dimasukan ke dalam karung goni lalu dikubur di belakang rumah dan ditutupi triplek. Berdasarkan pengakuan pelaku, mereka diperintah oleh Bandi alias Adi mengambil dan menyimpan barang haram tersebut.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup dan minimal penjara enam tahun dan maksimal 20 tahun dengan subsidair Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman seumur hidup dan kurungan penjara 20 tahun.[jat]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x