Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 April 2018 | 20:46 WIB
 

65 Hektar Sawah di Kabupaten Kediri Banjir

Oleh : - | Kamis, 21 Desember 2017 | 14:48 WIB
65 Hektar Sawah di Kabupaten Kediri Banjir
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Kediri - Curah hujan tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir menyebabkan puluhan hektar sawah di Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri terendam banjir. Petani tidak dapat berbuat banyak karena volume air terus meningkat seiring dengan intensitas hujan yang turun.

Kepala Desa Putih, Basori mengaku, musibah ini terjadi sejak tiga hari terakhir. Air hujan merendam tanaman padi dan jagung petani. Kondisi ini diperparah dengan air kiriman dari Sungai Kresek, karena tanggul jebol.

"Seperti ini bisa dilihat, hamparan sawah berubah menjadi lautan. Kami tidak bisa berbuat banyak karena volume air terus meningkat. Yang bisa kami lakukan hanya menutup tanggul jebol, itupun tidak bisa mengurangi air yang merendam sawah," ucapnya di sawah, Kamis (21/12/2017) pagi.

Lahan pertanian yang terendam banjir ini umumnya ditanami padi. Usia tanaman berkisar antara 1 bulan ke atas. Tetapi ada pula yang kini baru proses pembibitan. Selain padi dan jagung, ada petani yang mengembangkan pertanian mina padi. Yaitu, bercocok tanam bersamaan dengan membudidayakan ikan.

Menurut Basori, lahan sawah yang disulap menjadi mina padi seluas 300 rhu. Petani membudidayakan ikan nila diantara tanaman padi. Tetapi usaha tersebut kini gagal, karena kebanjiran, dan ikan usia panen pun amblas.


Secara geografis, lahan pertanian di Desa Putih ini terletak lebih rendah dari Sungai Brantas. Sehingga, pada musim penghujan seperti ini menjadi kawasan langganan banjir. Air irigasi yang melimpah tidak dapat dibuang atau mengalir ke Sungai Brantas.

"Jalan satu satunya adalah membuat terowongan dibawah Bendung Gerak untuk mengalirkan air dari sini. Karena letaknya memang berada dibawah. Kami sudah usul, tetapi belum pernah terealisasi," keluhnya.

Menurut Basori, banjir kali ini paling parah dadi tahun tahun sebelumnya. Lahan pertanian yang terendam lebih luas. Pihaknya memperkirakan kerugian yang diderita petani berkisar ratusan juta rupiah.

Pantauan di lapangan, sejak pagi hari warga berdatangan ke sawah untuk melihat kondisi pertanian mereka yang terendam banjir. Anak anak memanfaatkan kondisi ini untuk mencari ikan dengan cara memancing. Namun tak jarang ada warga yang menjala ikan menggunakan jaring.

Saiful, salah seorang petani berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi banjir ini. Sebab, apabila dibiarkan sudah dapat dipastikan mereka bakal gagal panen di musim tanam akhir tahun ini. [beritajatim]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x