Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Oktober 2018 | 17:26 WIB

BNN Belum Temukan Kasus Sabu Cair di Seputar Artis

Oleh : Agus Irawan | Selasa, 19 Desember 2017 | 15:36 WIB

Berita Terkait

BNN Belum Temukan Kasus Sabu Cair di Seputar Artis
Kabag Humas BNN Sulistiandriatmoko - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) telah menggeledah tempat hiburan malam bernama MG Internasional Club di Jl Tubagus Angke, Grogol Pertamburan, Jakarta Barat pada Minggu (17/12/2017) lalu.

Hasilnya, petugas menemukan adanya pabrik pengolahan narkoba jenis sabu dan ektasi dalam bentuk cairan di Club berlantai empat tersebut yang sudah berjalan dua tahun produksi.

"Lantai 4 di Diskotek MG digunakan sebagai tempat pabrik sabu dan ektasi dalam bentuk cair dan produksi narkoba cair tersebut telah berjalan dua tahun," kata Kabag Humas BNN Sulistiandriatmoko saat dikonfirmasi INILAHCOM, Selasa (19/12/2017).

Sulis menyebutkan ada 120 orang pengunjung yang sudah menjalani tes urine, teridikasi mengosumsi narkoba cair yang didapat dari lantai empat Diskotek MG tersebut.

"Ada 120 orang yang sudah positif narkoba sabu dan ektasi dibeli dari Diskotek MG, kemudian saat ini mereka sudah ditahan," jelasnya.

Sementara itu, kata Sulis BNN berhasil menangkap lima pelaku yang diduga sebagai pengelola pabrik dan pengedar di diskotek pabrik narkoba tersebut. Kelima pelaku tersebut adalah Wastam (43), Ferdiansyah (23), Dedi Wahyudi (40), Mislah (45) dan Fadly (40).

"Kelima ada pelaku sebagai pengedar dan pengelolah pabrik sabu cair yang berada di diskotek MG tersebut," ujarnya.

Saat ditanyakan apakah pembelinya ada juga dari kalangan artis, "Kalau untuk saat ini pihak BNN belum menemukan keterlibatan artis di dalam pabrik sabu cair sebagai konsumennya," ucapnya.

Dia mengungkapkan pabrik narkoba yang ada di diskotek tersebut tergolong besar. Karena mampu menghasilkan narkotika dengan jumlah besar.

"Jadi hasil olahan sabu dan ektasi di pabrik tersebut dicampurkan ke minuman keras dan kemudian minuman dibeli pengunjung. Jadi dapat menghasilkan narkotika yang besar," imbuhnya. [ton]

Komentar

Embed Widget
x