Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Januari 2018 | 00:38 WIB
 

Surat Dakwaan Novanto

Pengacara Heran Hilangnya Nama-Nama Politikus PDIP

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 14 Desember 2017 | 00:43 WIB
Pengacara Heran Hilangnya Nama-Nama Politikus PDIP
Pengacara Setya Novanto, Maqdir Ismail - (Foto: Istimewa)

INILAHCHCOM, Jakarta - Sejumlah nama politikus PDI Perjuangan yang diduga ikut terlibat dalam kasus KTP-el tidak dicamtumkan kembali dalam surat dakwaan Setya Novanto.

Adapun dalam surat dakwaan tersebut hanya tercantum nama politikus PDIP Ganjar Pranowo yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah. Meskipun namanya kembali disebutkan oleh jaksa, namun dugaan penerimaan Ganjar Pranowo tidak disebutkan.

Sedangkan nama Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, Bendahara Umum PDIP yang kini juga menjabat Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambe dan anggota Komisi II DPR RI Arief Wibowo hilang.

Menanggapi hal ini, Pengacara Setya Novanto, Maqdir Ismail curiga dengan hilangnya nama-nama tersebut. Ia menduga adanya tujuan tertentu atas hilangnya nama-nama itu.

"Itulah makanya saya katakan tadi kenapa kok tiba-tiba di perkara namanya hilang, namanya Ganjar (Pranowo, res) yang menerima uang hilang. Bukan hanya Pak Ganjar, Yasona Laoly hilang, Olly Dondokambey hilang. Apa yang terjadi? Negosiasi apa yang dilakukan oleh KPK," kata Maqdir di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/12/2017).

Maqdir menegaskan, semestinya KPK tidak melakukan hal tersebut. Sebab, dalam surat dakwaan sebelumnya di kasus yang sama sudah dituangkan dengan terang.

"Saya tidak melihat partai, tetapi saya melihat personal orang yang di dalam dakwaan yang lain menerima uang, tiba-tiba di sini raib, ada apa itu. Ini yang kami persoalkan," ujarnya.

Dengan begitu, Maqdir berjanji akan mempertanyakan langkah KPK dalam menghilangnya nama-nama tersebut. "Tentu, tentu itu (didalami)," ucapnya.

Adapun dalam berkas dakwaan Novanto, kali ini KPK hanya menyebutkan adanya aliran uang e-KTP kepada sejumlah anggota DPR periode 2009-2014. Total aliran uang hasil korupsi itu sebesar Rp USD 12,8 juta dan Rp 44 miliar.

Sebelumnya, dalam berkas dakwaan Irman dan Sugiharto, sejumlah nama politikus PDIP ikut disebut ikut menerima sejumlah uang dengan rincian:

1. Olly Dondokambey sejumlah 1,2 juta dollar AS

2. Arif Wibowo sejumlah 108.000 dollar AS

3. Ganjar Pranowo sejumlah 520.000 dollar AS

4. Yasonna Laoly sejumlah 84.000 dollar AS

Belakangan ke-empatnya kompak membantah telah menerima aliran dana dan surat dakwaan Irman dan Sugiharto. Mereka menyebut surat dakwaan itu tidak benar.

Komentar

 
Embed Widget

x