Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 07:51 WIB

KLHK Tangani Limbah B3 di Cirebon

Senin, 11 Desember 2017 | 15:58 WIB

Berita Terkait

KLHK Tangani Limbah B3 di Cirebon
(Foto: menlhk)

INILAHCOM, Cirebon - Tim Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan verifikasi dan identifikasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), berupa limbah medis/limbah Rumah Sakit yang berserakan di sepanjang jalan Pangurangan-Klangenan, Kabupaten Cirebon Jawa Barat.

Pemeriksaan ini menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pembuangan limbah illegal. Bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Cirebon, serta aparat desa setempat, kegiatan tersebut dilakukan sejak 8 Desember 2017.

Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Benny Bastiawan, mengatakan, luas area pembuangan illegal ini mencapai 0,2 hektar. "Jenis limbah B3 yang ditemukan antara lain, limbah medis berupa jarum suntik bekas, ampul bekas, botol/plastik infus bekas, selang infus bekas, jarum infus bekas, obat kadaluwarsa, dan hasil sampel pengambilan darah," ujarnya saat memimpin Tim di lapangan.

"Selain itu, di lokasi ditemukan juga limbah lampu TL dalam jumlah yang banyak, baik dalam kemasan karung plastik, maupun berserakan dalam keadaan pecah-pecah," Benny menambahkan.

Atas temuan lapangan tersebut, Benny Bastiawan mengatakan KLHK melakukan pengamanan lokasi dengan penyegelan, untuk langkah tindak lanjut penyelidikan. Penyegelan lokasi ini terkait dengan dugaan tindak pidana Pasal 104 UU 32 Tahun 2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang menyebutkan bahwa, setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin, terancam pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Benny juga mengimbau, agar masyarakat tidak mendekati lokasi pembuangan limbah medis tersebut, mengingat kemungkinan risiko yang dapat ditimbulkan dari limbah tersebut, karena bersifat infeksius yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

Pada kesempatan lainnya, Direktur Jenderal Gakkum LHK, Rasio Ridho Sani, menegaskan pembuangan atau dumping limbah B3 illegal khususnya limbah medis, menjadi prioritas penindakan dari KLHK. "KLHK akan menelusuri asal limbah medis ini, dan akan melakukan tindakan tegas termasuk mencabut izin apabila dilakukan oleh perusahaan pengelola limbah B3. Agar ada efek jera, KLHK juga akan menggugat secara perdata perusahaan-perusahaan pembuang limbah B3 dengan gugatan strict liability," tegas Rasio Ridho Sani. [*]

Komentar

Embed Widget
x