Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 04:30 WIB

KPK Panggil Petinggi Dirjen Hubla Terkait Suap

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 7 Desember 2017 | 12:21 WIB
KPK Panggil Petinggi Dirjen Hubla Terkait Suap
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kasubdit Pengembangan Kepelabuhan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Gusrional dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (7/12/2017).

Gusrional akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengurusan perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Ditjen Hubla Kemenhub untuk tersangka Antonius Tonny Budiono.

"Sedianya Gusrional akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk ATB (Antonius Tonny Budiono)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Selain itu, penyidik juga memanggil Staff pada Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas I Bau Bau, Ihsan Ahda Tanjung. Dia juga akan dimintai keterangan dalam kasus yang sama.

Dalam penyidikan kasus ini, penyidik sebelumnya sudah memeriksa saksi dari unsur Kemenhub. Antara lain adalah, Staf Pusbag SDM Aparatur Perhubungan Kementeian Perhubungan, Andreas, PNS Ditjen Perhubungan Laut Iyan Prastono.

Kemudian, Hakim Mahkamah Pelayaran, Capt. Karolus Geleus Sengadji, Cristine Anton, dan Billyani Tania dari swasta.

Selanjutnya, Direktur PT Warga Kusuma Jaya (WKJ) Herlin Wijaya; Kepala Unit Pelaksana Proyek (UPP) Kelas II Bajomulyo Juwana, Edi Sukisno dan Karyawan Swasta, Innaka Winahyu Nasution.

KPK juga sudah melakukan pemeriksaan pada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Pemeriksaan itu dilakukan karena KPK menduga Budi melihat, mendengar atau mengetahui kasus ini. Kemudian Ignasius Jonan kemarin juga dipanggil KPK.

KPK diketahui tengan mendalami dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Sebab, Uang suap yang diterima Antonius Tonny Budiono saat menjabat sebagai Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perbungan disebut dari banyak pengusaha. Uang suap itu disimpan di 33 tas.

"Menurut yang bersangkutan (33 tas isi uang) itu dari banyak pihak. Jadi dari banyak pihak bukan dari satu pengerukan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo, Kamis (30/8/2017) malam.

Uang Rp1,174 miliar itu diduga suap dari Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adiputra Kurniawan, terkait pengerjaan pengerukan alur pelayaran di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah. Sementara sisanya senilai Rp 18,9 miliar dari pengusaha lain.

"Kan proyek itu banyak sekali. Saya nggak hafal, tapi itu dari banyak pihak," tuturnya.

Dalam kasus ini KPK sudah menjadikan dua orang sebagai tersangka. Mereka adalah mantan Dirjen Hubla Antonius Tonny Budiono dan Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adhiputra Kurniawan.

Akibat perbuatannya, Tonny selaku penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Sementara Adiputra yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [rok]

Tags

Komentar

 
x