Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 22:15 WIB

Andi Narogong Ajukan Diri Sebagai JC

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 7 Desember 2017 | 11:42 WIB
Andi Narogong Ajukan Diri Sebagai JC
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyebut, terdakwa kasus dugaan korupsi KTP-el, Andi Agustinus alias Andi Narogong telah mengajukan permohonan diri sebagai justice collaborator (JC).

Febri mengatakan, permohonan itu diajukan oleh Andi sejak September 2017 lalu.

"KPK telah menerima permohonan terdakwa Andi Agustinus sebagai JC," kata Febri dalam pesan singkat, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Menurut Febri, permohonan tersebut masih ditelaah oleh pihaknya. KPK, kata dia, masih mempertimbangkan apakah Andi akan kooperatif dan mengakui perbuatannya, memberikan keterangan yang konsisten di persidangan hingga membuka peran pihak lain yang lebih tinggi.

"Seluruh pertimbangan tersebut dijadikan dasar keputusan pemberian JC atau tidak. Sikap KPK tersebut akan disampaikan sebagai salah satu pertimbangan JPU dalam tuntutan terhadap terdakwa," ujar Febri.

Dalam persidangan sebelumnya, Andi
mengungkap sejumlah peran pihak-pihak dalam proyek yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

Menurut Andi, mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman, adik mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi Azmin Aulia dan Ketua DPR Setya Novanto memiliki peran penting dalam proyek e-KTP.

Irman dan Azmin disebut Andi sebagai salah satu kunci proyek milik Kementerian Dalam Negeri tersebut. Kemudian Andi menyebut Setnov telah membantu dalam urusan anggaran proyek e-KTP dan penyaluran jatah untuk anggota DPR.

Atas bantuannya itu, Andi bersama mendiang Direktur Biomorf Lone LLC Johannes Marliem memberikannya hadiah jam tangan merek Richard Mille seharga Rp1,3 miliar (harga saat 2012), bertepatan dengan hari ulang tahun Setnov pada 12 November 2012.

Namun, belakangan setelah kasus KTP-el terus mencuat dan ramai diberitakan, Setnov mengembalikan jam tangan mewah itu kepada Andi. Jam tersebut kemudian dijual Andi di kawasan Blok M dan laku sekitar Rp1 miliar.

Kuasa hukum Andi, Samsul Huda berharap permohonan menjadi JC yang diajukan kliennya diterima pimpinan KPK. Menurut Samsul, kliennya sudah bersikap kooperatif sejak mengajukan diri menjadi JC dalam kasus korupsi KTP-el ini. [rok]

Komentar

 
x