Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 04:31 WIB

KPK Kembali Periksa Sallywati Rahardja

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 7 Desember 2017 | 11:40 WIB
KPK Kembali Periksa Sallywati Rahardja
Petinggi PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Sallyawati Rahardja - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Petinggi PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Sallyawati Rahardja kembali dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (7/12/2017).

Sedianya Sallywati akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus dan Rolls-Royce oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

"Dia akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka ESA (Emirsyah Satar, mantan Dirut PT Garuda Indonesia)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Pada Selasa 5 Desember 2017, dia juga diperiksa KPK. Penyidik KPK saat itu meminta keterangan Sally untuk tersangka Soetikno Soedarjo, selaku pendiri PT Mugi Rekso Abadi sekaligus Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd.

Sallyawati diduga mengetahui banyak hal mengenai dugaan suap yang menjerat Soetikno dan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Emirsyah Satar.

Penyidik KPK sebelumnya telah menggeledah kantor PT Mugi Rekso Abadi dan PT Dimitri Utama Abadi yang berada di Wisma MRA, Jalan TB Simatupang Nomor 19, Jakarta Selatan.

Dari penggeledahan yang dilakukan KPK, penyidik lembaga antirasuah menyita sejumlah dokumen, baik dokumen kontraktual, dokumen perusahaan hingga dokumen aliran dana.

KPK diketahui belum menaham para tersangka dalam kasus ini, meskipun lembaga antirasuah tersebut sudah menyidik kasus ini selama hampir satu tahun.

KPK sebelumnya mengatakan bahwa penahanan itu adalah kewenangan penyidik. Ada sejumlah alasan mengapa tersangka suap jutaan dolar terkait pembelian mesin dan pesawat di Garuda itu sampai hari ini belum ditahan di Rumah Tahanan.

"Kalau penahanan kan kewenangan dari penyidik. Kalau ditanya kenapa kan beda-beda ya dari setiap penanganan. Pasti ada pertimbangan objektif dan subjektif penyidik," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugaraha beberapa waktu lalu.

Diketahui, status tersangka Emirsyah Satar pertama kali diumumkan KPK pada Januari 2017. Satar diduga terima suap dari perusahaan raksasa mesin, Rolls Royce, lewat Beneficial Owner Connaugt Pte. Ltd sekaligus pendiri PT Mugi Rekso Abadi, Soetikno Soedarjo.

Nilai suapnya 1,2 juta Euro dan USD180 ribu. Selain itu barang yang diterima Emirsyah sebesar USD 2 juta, yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

Terkait proses penyidikan kasus ini, penyidik juga telah mencegah tiga saksi untuk tidak bepergian ke luar negeri. Mereka di antaranya yakni Sallyawati Rahardja, Hadinoto Soedigno, dan Agus Wahjudo. [rok]

Tags

Komentar

 
x