Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 04:39 WIB

Dakwaan Novanto akan Beberkan Semua Pihak

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 6 Desember 2017 | 21:47 WIB
Dakwaan Novanto akan Beberkan Semua Pihak
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, dalam berkas dakwaan Ketua DPR RI Setya Novanto akan dibeberkan sejumlah pihak yang diduga ikut terlibat kasus e-KTP.

Febri tidak membantah keterlibatan sejumlah pihak tersebut berasal dari pihak Kementerian, serta sejumlah anggota DPR RI. Mereka diduga ikut menikmati uang hasi korupsi proyek e-KTP.

"Ada dari anggota DPR, ada dari kementrian, nanti kita lihat didakwaan saja," kata Febri saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Selain pihak itu, kata dia, dalam surat dakwaan itu juga dirincikan berkaitan dugaan penerimaan Novanto dalam kasus dugaan korupsi yang ditaksir telah merugikan uang negara senilai Rp2,3 triliun.

"Ada sejumlah pihak yang diduga diuntungkan termasuk akan diuraikan dugaan tersangka SN diuntungkan dari proyek e-KTP ini. Itukan belum ada di dakwaan sebelumnya kan," ujar dia.

Diketahui dalam persidangan kasus KTP-el dengan terdakwa Andi Narogong pada Kamis (30/11) pekan lalu, nama Novanto disebut-sebut berungkali ikut terlibat.

Andi memastikan Novanto ikut membantu memuluskan anggaran proyek e-KTP senilai Rp5,9 triliun. Selain itu, Novanto juga disebut mengurus penyaluran jatah untuk anggota DPR lewat koleganya, mantan Bos Gunung Agung Made Oka Masagung.

Sementara itu, dalam surat dakwaan dan tuntutan dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto, terdapat nama puluhan anggota DPR, sejumlah pejabat Kementerian Dalam Negeri hingga pengusaha pemenang proyek e-KTP yang diduga menikmati aliran dana.

Dari kalangan anggota DPR periode 2009-2014, terdapat nama seperti Chairuman Harahap, Agun Gunandjar Sudarsa, Ganjar Pranowo, Yasonna Laoly, dan Miryam S Haryani, yang diduga menerima uang dari proyek e-KTP.

Anggota Badan Anggaran DPR saat proyek e-KTP bergulir pun disebut menikmati uang dari proyek yang diduga merugikan negara hingga Rp2,3. Mereka yakni Olly Dondokambey, Tamsil Linrung hingga Mirwan Amir. Bahkan, Ade Komarudin dan Marzuki Ali juga disebut kecipratan uang proyek tersebut.[jat]

Komentar

 
x