Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Desember 2017 | 03:34 WIB

Jaksa KPK Yakin Kurniawan jadi Tersangka

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 6 Desember 2017 | 20:03 WIB
Jaksa KPK Yakin Kurniawan jadi Tersangka
Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKS Muhammad Kurniawan Eka Nugraha - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKS Muhammad Kurniawan Eka Nugraha disebut bersama-sama Yudi Widiana Adia menerima uang suap dari Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa Sok Kok Seng alias Aseng senilai Rp11 miliar lebih.

Aseng memberikan uang itu agar Yudi Widiana selaku anggota DPR Komisi V periode 2014-2019 memberikan program aspirasi proyek jalan yang nantinya pihak yang mengerjakan perusahaan milil Aseng.

Jaksa KPK Iskandar Marwanto meyakini Kurniawan akan menjadi tersangka pada kasus ini. Sebab, dia adalah pihak yang turut serta menerima uang yang diduga sebagai suap. Menurut dia hal itu hanya menunggu waktu.

"Kalau terkait status Pak Kurniawan tentu sebagaimana dakwaan turut serta. status dijadikan tersangka atau tidak menunggu sop kami apakah dalam waktu dekat. Itu baguan strategi kami," kata Jaksa Iskandar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2017).

Sebab, kata dia, berkaitan dengan bukti-bukti dugaan keterlibatan Kurniawan yang juga Politikus PKS dalam kasus ini sudah jelas. "(Makanya potensi jadi tersangka) bisa dilihat seperti itu," ujar Iskandar.

Dalam surat dakwaan Yudi Widiana, Kurniawan disebut bersama-sama menerima uang suap dari Aseng Rp11 miliar lebih.

Uang suap itu diterima oleh keduanya dalam dua tahan. Pertama Yudi terima uang suap senilai Rp4 miliar dari Aseng melalui Kurniawan. Uang suap ini diberikan karena Yudi memberikan program aspirasi proyek jalan kepada PT Cahaya Mas Perkasa milik Aseng tahun anggaran 2015.

Sedangkan penerimaan yang kedua senilai Rp2,5 miliar dan USD214.300 serta USD 140.000 (atau setara Rp4,6 miliar). Uang ini diberikan agar Yudi memberikan 'Program Aspirasi' di tahun anggaran 2016. Sayangnya proyek belum berjalan kasus ini sudah terungkap oleh KPK.

Dalam dakwaan pertama, Yudi dijerat dengan Pasal 12 huruf b dan Pasal 11 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara dalam dakwaan kedua, Yudi dijerat dengan Pasal 12 huruf a dan Pasal 11 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.[jat]

Komentar

 
x