Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Desember 2017 | 03:34 WIB

Pengadilan Tipikor Segera Gelar Sidang Novanto

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 6 Desember 2017 | 19:03 WIB
Pengadilan Tipikor Segera Gelar Sidang Novanto
Setya Novanto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Jaksa Komisi Pemberantasan Korups (KPK) resmi melimpahkan berkas perkara, barang bukti dan surat dakwaan Ketua DPR Setya Novanto ke Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2017).

Jaksa KPK Irene Putri mengatakan, dalam waktu tiga sampai lima hari kedepan sidang pembacaan surat dakwaan Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi e-KTP akan dibuka.

"Biasanya tiga sampai lima hari, maksimal tujuh hari (jadwal sidang ditetapkan oleh Pengadilan)," ujar Jaksa Irene usai melimpahkan berkas Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2017).

Irene membantah pelimpahan berkas, alat bukti dan surat dakwaan Novanto ke Pengadilan terburu-buru. Menurut dia, pelimpahan berkas tersebut sudah sesuai waktunya.

"Tidak (terburu-buru, red) karena memang dari hasil persidangan teman-teman sudah tahu seperti apa," ujar Irene.

Irene sebelumnya membantah bahwa pelimpahan berkas ini ialah strategi KPK untuk menggugurkan gugatan Praperadilan Novanto. Sebab, apabila sidang perdana pembacaan dakwaan dibuka oleh hakim, maka praperadilan itu akan gugur.

Menurut Irene, pelimpahan berkas itu memang sudah waktunya. Untuk itu, dia membantah pelimpahan ini adalah strategi KPK untuk gugurkan gugatab Ketua Umum Partai Golkar itu.

"Enggak ini proses biasa saja sebenarnya bukan bagian strategi ini memang kami pikirkan sudah harus dilimpahkan," kata Irene

Menurut dia, tidak ada alasan untuk menunda pelimpahan berkas ketika semua sudah diselesaikan. "Penuntut umum menyatakan berkas perkara sudah lengkap dan penuntut umum sudah menyelesaikan dakwaan dan sekarang kami limpahkan," ujar dia.

Novanto ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga ikut merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun dalam proyek KTP-el. Menurut KPK, Novanto berperan dalam pemberian suap terkait proses penganggaran proyek e-KTP di DPR RI, untuk tahun anggaran 2011-2013.

Selain itu, Novanto juga berperan dalam mengarahkan dan memenangkan Konsorsium PNRI menjadi pelaksana proyek pengadaan e-KTP.

Setya Novanto juga diduga mengatur supaya anggaran proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun disetujui oleh anggota DPR. Selain itu, ia juga diduga mengondisikan pemenang lelang dalam proyek e-KTP sewaktu menjabat Ketua Fraksi Golkar di DPR. [ton]

Komentar

 
x