Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Desember 2017 | 03:46 WIB

Arief Sebut Ada Keanehan Pergantian Panglima TNI

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 6 Desember 2017 | 18:21 WIB
Arief Sebut Ada Keanehan Pergantian Panglima TNI
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Puyono - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Puyono menyebut adanya keanehan dalam pergantian posiai Panglima TNI Gatot Nurmantyo, meski pergantian sudah pasti akan terjadi.

Pergantian Gatot dinilai sangat mendadak. Sejatinya Jenderal Gatot baru akan pensiun pada bulan Maret tahun 2018.

"Kalau diperhatikan dengan seksama saya melihat ada keanehan, dimana panglima TNI Gatot Nurmantyo baru akan pensiun di tahun depan bulan Maret artinya Panglima TNI Gatot Nurmantyo akan jadi jenderal bintang empat tanpa jabatan jika bulan ini terjadi pergantian panglima TNI," kata Arief dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Rabu (6/12/2017).

Arief menduga sepertinya Presiden Joko Widodo melihat dan membaca beberapa hasil lembaga survei terkait tokoh tokoh yang punya potensi maju sebagai Capres 2019. Kemudian, nama Panglima TNI Gatot Nurmantyo mulai diperhitungkan oleh Masyarakat untuk menjadi pesaing Joko Widodo dalam Pilpres 2019

"Ini kalau menurut saya Gatot nanti bisa menjadi duri dalam sekam bagi Jokowi, maka strategis tumas kelor dilakukan oleh Jokowi terhadap Jenderal Gatot," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, Presiden Jokowi resmi mengajukan nama Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon panglima baru TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun.

Surat pengajuan tersebut diserahkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada Wakil Ketua DPR Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Fadli Zon, Senin (4/12) pagi. "Surat tadi saya terima dan juga diserahkan langsung kepada Plt Sekjen DPR Ibu Damayanti untuk kami proses," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.

Jokowi sendiri menilai penunjukan Kepala Staf TNI AU Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo sesuai mekanisme normal. Menurut Jokowi, Gatot diganti lantaran sudah mau masuk masa pensiun.

Hadi dipilih karena dinilai mampu membawa perubahan di tubuh TNI. Hadi memiliki kemampuan, kepemimpinan yang kuat, dan bisa membawa TNI ke arah profesional sesuai jati dirinya sebagai tentara rakyat, tentara pejuang tentara nasional dan tentara profesional. [rok]

Komentar

 
x