Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Desember 2017 | 03:34 WIB

KPK Sebut Pelimpahan Berkas Novanto Sudah Waktunya

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 6 Desember 2017 | 18:10 WIB
KPK Sebut Pelimpahan Berkas Novanto Sudah Waktunya
Tersangka Ketua DPR Setya Novanto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi melimpahkan berkas perkara beserta surat dakwaan tersangka Ketua DPR Setya Novanto ke Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

KPK melimpahkan berkas Novanto ke pengadilan sehari sebelum gugatan praperadilan Ketua DPR itu dibuka di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (7/12/2017) besok.

Lalu, apakah langkah ini merupakan strategi KPK untuk menggugurkan gugatan Novanto. Sebab, bila sidang perdana pembacaan dakwaan dibuka oleh hakim, maka praperadilan itu akan gugur.

Jaksa KPK Irene Putri membantah hal itu. Menurut Irene, pelimpahan berkas itu memang sudah waktunya. Untuk itu, dia membantah pelimpahan ini adalah strategi KPK untuk gugurkan gugatab Ketua Umum Partai Golkar itu.

"Enggak ini proses biasa saja sebenarnya bukan bagian strategi ini memang kami pikirkan sudah harus dilimpahkan," kata Irene seusai melimpahkan berkas Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2017).

Menurut dia, tidak ada alasan untuk menunda pelimpahan berkas ketika semua sudah diselesaikan. "Penuntut umum menyatakan berkas perkara sudah lengkap dan penuntut umum sudah menyelesaikan dakwaan dan sekarang kami limpahkan," ujar dia.

Namun Irene belum mau merincikan dakwaan KPK terhadak Novanto. Dia meminta masyarakat bersabar dan menunggu sidang pembacaan surat dakwaan.

"Itu nanti saja pada saat pembacaan dakwaan," kata dia.

Novanto ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga ikut merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun dalam proyek KTP-el. Menurut KPK, Novanto berperan dalam pemberian suap terkait proses penganggaran proyek KTP-el di DPR RI, untuk tahun anggaran 2011-2013.

Selain itu, Novanto juga berperan dalam mengarahkan dan memenangkan Konsorsium PNRI menjadi pelaksana proyek pengadaan KTP-el.

Setya Novanto juga diduga mengatur supaya anggaran proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun disetujui oleh anggota DPR. Selain itu, ia juga diduga mengondisikan pemenang lelang dalam proyek e-KTP sewaktu menjabat Ketua Fraksi Golkar di DPR. [ton]

Komentar

 
x