Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 22:01 WIB

Jokowi Minta Administrasi Guru Tak Dipersulit

Oleh : Ray Muhammad | Rabu, 6 Desember 2017 | 16:28 WIB
Jokowi Minta Administrasi Guru Tak Dipersulit
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Bogor - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar seluruh menteri dan pimpinan lembaga terus melakukan penyederhanaan APBN seiring besarnya anggaran belanja negara di tahun 2018.

Ia mengatakan belanja negara di tahun 2018 mencapai Rp2.220,7 Triliun. Untuk itu, perlu dilakukan perencanaan yang baik dari sisi penganggaran hingga implementasi pelaksanaannya.

"Termasuk tadi DIPA yang sudah diserahkan pada 86 kementerian dan lembaga dengan nilai Rp847,4 Triliun dan transfer ke daerah. Dana desa sebesar Rp766,2 Triliun. Sekali lagi angka ini adalah angka yang sangat besar," ujar Jokowi dalam sambutannya pada acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2018 serta Anugerah Dana Rakca Tahun 2017 di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017) siang.

Jokowi mengingatkan, perbaikan kualitas salah satunya dapat dilakukan dengan mempelajari persoalan-persoalan yang terjadi sebelumnya.

"Ini supaya kita tidak ulangi lagi kesalahan-kesalahan yang ada. Sangat kebangetan sekali kalau kita sudah tahu kalau itu keliru dan tahu itu salah, masih kita ulang-ulang. Pada kesempatan yang baik ini, saya minta pada seluruh menteri, lembaga, pemerintah daerah untuk terus melakukan penyederhanaan dalam pelaksanaan APBN," paparnya.

Melalui penyederhanaan pelaksanaan APBN, Jokowi meyakini akan memunculkan orientasi berdasarkan hasil, bukan secara prosedur.

"Saat ulang tahun Hari Guru Nasional kemarin, di Bekasi saya mendapatkan keluhan dari para guru. Para guru mengeluhkan mengenai rumitnya administrasi atau prosedur tunjangan, administrasi atau prosedur kenaikkan pangkat, administrasi atau prosedur mengenai sertifikasi, administrasi atau prosedur mengenai guru swasta," paparnya.

Melalui keluhan-keluhan tersebut, Jokowi mengetahui bahwa dengan adanya sultinya proses administrasi membuat konsentrasi para guru dalam menjalankan kegiatan belajar dan mengajar terganggu.

"Beliau-beliau menyampaikan, Pak kita ini jadi tidak konsentrasi urusan belajar mengajar, tapi justru habis tenaga kita untuk mengurus administrasi. Ya, prosedur yang tadi saya sampaikan.Ini saya kira tidak hanya untuk urusan guru saja tapi urusan-urusan yang lain kita masih terbelit dengan yang seperti ini," ungkapnya.

Lebih jauh, Jokowi meminta seluruh menteri, pimpinan lembaga dan kepala daerah untuk memperkuat sinkronisasi dan sinergi antar kegiatan yang didanai anggaran daerah dan negara.

"Ini harus sambung, harus terintegrasi. Kalau tidak, ini saya ulang lagi, bangun bendungan, bangun waduk-waduknya, irigasinya bertahun-tahun enggak ada. Jangan menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran hanya ruwet muter-muter di urusan-urusan ini. Oleh sebab itu, segera semuanya dari pusat, sampai ke daerah, sederhanakan ini," pungkasnya.[jat]

Tags

Komentar

 
x