Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 21:55 WIB

Terima Suap, Politikus PKS Pakai Sandi Arab

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 6 Desember 2017 | 15:00 WIB
Terima Suap, Politikus PKS Pakai Sandi Arab
Politikus PKS Yudi Widiana Adia - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Politikus PKS Yudi Widiana Adia didakwa menerima uang senilai Rp11 miliar dari Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng alias Aseng.

Suap itu terkait usulan proyek di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dalam memaparkan dakwaanya, jaksa KPK merincikan penerimaan suap Yudi dari Aseng melalui anggota DPRD Kota Bekasi yang juga berasal dari Fraksi PKS Muhammad Kurniawan Eka.

Guna menyembunyikan pemberian duit suap dari penegak hukum, keduanya pun memakai kata sandi dalam melakukan kominikasi. Bahasa Arab menjadi pilihan mereka.

Jaksa Iskandar Marwanto menjelaskan, komunikasi Yudi dan Kurniawan lewat pesan singkat. Dimana pada tanggal 14 Mei 2015, Kurniawan mengirim pesan ke Yudi dengan maksud memberikan kabar bahwa Aseng telah memberi komitmen fee.

"Sesuai dengan arahan terdakwa, Kurniawan Eka menyerahkan uang komitmen fee dari Aseng seluruhnya Rp4 miliar yang dimasukkan ke dalam tas terdakwa melalui Paroli alias Asep," kata jaksa Iskandar saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2017).

Kurniawan: Semalam sudah liqo (bertemu, red) dengan asp ya.

Yudi: Naam, berapa juz?

Kurniawan: Sekitar 4 juz lebih campuran

Kurniawan: Itu Ikhwah Ambon yang selesaikan, masih ada minus juz yang agak susah kemarin, sekarang tinggal tunggu yang mahad Jambi.

Yudi: Naam.. yang pasukan lili belum konek lagi?

Kurniawan: Kurniawan sudah respons beberapa. Pekan depan mau dipertemukan lagi sisanya.

Keesokan harinya, Yudi menemui Asep di parkiran sebuah apartemen dekat pintu keluar Tol Baros Bandung. Asep kemudian menyerahkan tas berisi uang kepada Yudi.

Diketahui dalam dakwaan pertama, Yudi disebut telah menerima uang sejumlah Rp4 miliar dalam bentuk mata uang rupiah dan dollar Amerika Serikat.

Uang tersebut diberikan oleh Komisaris PT Cahaya Perkasa setelah Yudi menyalurkan usulan proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan di wilayah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX (BPJN IX) Maluku dan Maluku Utara sebagai usulan 'Program Aspirasi' untuk tahun anggaran 2015.

Sementara itu, dalam dakwaan kedua, Yudi didakwa telah menerima uang sejumlah Rp2,5 miliar dan USD214.300 serta USD 140.000 (atau setara Rp 4,6 miliar). Uang ini diberikan agar Yudi memberikan 'Program Aspirasi' di tahun anggaran 2016.

Dalam dakwaan pertama, Yudi dijerat dengan Pasal 12 huruf b dan Pasal 11 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara dalam dakwaan kedua, Yudi dijerat dengan Pasal 12 huruf a dan Pasal 11 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.[jat]

Komentar

 
x