Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 14 Agustus 2018 | 21:35 WIB

Jokowi Banggakan Usia Tiga Tahun Pemerintahannya

Oleh : Ray Muhammad | Rabu, 6 Desember 2017 | 13:35 WIB
Jokowi Banggakan Usia Tiga Tahun Pemerintahannya
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Bloomberg: The Year Ahead Asia Summit 2017 di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (6/12/2017) pagi.

Melalui sambutannya, Jokowi membanggakan peringatan tiga tahun usia pemerintahannya lebih baik dari sebelumnya, yakni saat tahu pertama kepemimpinannya.

"Suasananya jauh lebih baik, baik secara internal maupun eksternal dibandingkan pada saat kita menandai usia satu tahun pemerintahan di tahun 2015," kata Jokowi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa situasi ekonomi saat itu tidak sebaik seperti sekarang ini. Saat itu, buruknya kondisi ekonomi ditandai dengan anjloknya harga beberapa komoditas, seperti harga minyak yang turun lebih dari 50 persen dibanding tahun sebelumnya.

Selain itu, perekonomian Indonesia juga masih melambat pada tahun 2015 selama empat tahun berturut-turut.

Saat itu, kata Jokowi, terjadi pula dampak devaluasi mata uang Tiongkok yang mengakibatkan tekanan pada rupiah juga semakin memperburuk situasi ekonomi nasional.

"Hari ini, dua tahun kemudian, mata uang kita, rupiah, sudah membaik sekitar 11 persen terhadap dolar Amerika Serikat dan cadangan devisa kita mencapai rekor tertinggi yaitu sekitar 130 miliar dolar Amerika Serikat," ungkapnya.

Presiden juga mengatakan bahwa ekonomi Indonesia telah membaik dengan pertumbuhan PDB di atas 5 persen, setelah menginjak level 4,6 persen di kuartal ketiga tahun 2015.

Tak hanya itu, berdasarkan survei tahunan UNCTAD (the United Nations Conference on Trade and Development) 2017, Indonesia meraih kenaikan sebesar empat peringkat menjadi posisi ke-4 sebagai negara tujuan investasi.

"Mei tahun ini, badan pemeringkat dunia Standard and Poor menaikkan peringkat Indonesia kembali menjadi layak investasi. Hal ini juga merupakan yang pertama dalam 20 tahun terakhir bahwa Indonesia berpredikat layak investasi oleh tiga badan pemeringkat dunia, S&P, Moodys, dan Fitch," paparnya.

Bagi Jokowi, perkembangan positif yang terjadi saat ini merupakan hasil dari kerja keras dan reformasi. Dalam satu bulan menginjak kursi kepemimpinan pada tahun 2014, pemerintah langsung memotong subsidi bahan bakar sebesar 80 persen.

Menurutnya, hal ini yang mengakibatkan adanya ruang fiskal sebesar 20 miliar dolar Amerika Serikat per tahunnya. Melalui kebijakan itu, pemerintah bisa mengalokasikan dana tersebut untuk meluncurkan proyek pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah Indonesia.

"Saat ini kita berada di jalur yang benar untuk menyelesaikan jumlah proyek infrastruktur terbanyak yang pernah dibangun dalam lima tahun pemerintahan di Indonesia," ungkapnya.

Selain itu, hasil dari reformasi struktural yang ia lakukan juga berdampak pada meningkatnya peringkat Indonesia dalam indeks kemudahan berusaha versi Bank Dunia.

"Hasilnya, peringkat kita membaik dari semula 106 pada tahun 2016 menjadi peringkat 72 untuk tahun 2018. Kenaikan 34 peringkat dalam waktu dua tahun," imbuhnya.

Lebih jauh, Jokowi mengharapkan dengan reformasi yang digagas saat ini serta membaiknya perekonomian Tanah Air mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

"Awal tahun ini, survei global oleh OECD yang dilaksanakan oleh Gallup Internasional, menempatkan Indonesia sebagai peringkat pertama dalam hal kepercayaan publik terhadap pemerintahnya," tandasnya.

Turut mendampingi Jokowi dalam acara tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala BKPM Thomas Lembong. [rok]

Tags

Komentar

x