Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 22:11 WIB

Tugas Pengganti Novanto Dianggap Maha Berat

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 6 Desember 2017 | 08:01 WIB
Tugas Pengganti Novanto Dianggap Maha Berat
Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan Golkar harus diselamatkan oleh figur atau sosok ketua umum yang bersih dan tak punya beban hukum. Tugas penganti Novanto nantinya dianggap maha merat.

"Tugas pengganti Novanto Maha Berat yaitu mengembalika citra dan membangkitkan animo publik yang dis-trust kembali trust terhadap Golkar, Pengecekan rekam jejak calon ketua umum dan menguji kompetensi," katanya kepada INILAHCOM, Selasa (5/12/2017).

Menurutnya, untuk calon ketua umum Golkar, sebaiknya elite dan DPP Golkar harus mendengar dengan baik suara grass root, kehendak arus bawah. Itu artinya nama calon ketua umum muncul dari arus bawah (buttom up).

"Kalau sekarang perlu dikoreksi, sebab nama calon ketua umum Golkar diorbitkan dan muncul dari suara elite DPP dan penggurus pusat," ujarnya.

Ia mengaku masih ingat komitmen dan meminta Jokowi konsisten. Misalnya Kabinet tanpa syarat, menteri ngak boleh rangkap jabatan dan lain lain sebagainya. Kalau menteri sekaligus ketua umum partai jelas tidak akan bisa fokus mengurai problem fundamental dari level hulu sampai level hilir di institusi kementerian tersebut.

"Kalau Jokowi komitmen tingkat tinggi dengan janjinya maka Jokowi tidak akan memberi restu Airlangga Hartato sebagai ketua umum, kecuali mundur dari jabatan menteri, karena pemimpin itu sederhana, yang dipegang kata katanya dan perbuatannya apakah sejalan atau plin plan ngak jelas, pagi tahu, sore tempe. Ini sangat berbahaya pemimpin yang hipokrik tersebut," ulasnya.

Ia menjelaskan, ketua umum yang namanya muncul dari suara arus bawah, senantiasa akan mencintai Golkar dan kadernya serta sebaliknya beliu juga dicintai kader golkar dan kader akan rumput.

"Memang realitasnya begitu dari sononya dulu, ketua umum Golkar tergantung restu Istana, karena partai kekaryaan yang habitus politiknya bisa berkerja sama dengan pemerintah, bisa diterima dan disukai presiden,baru bisa mulus jadi ketua umum Golkar. Karena memang dari dahulunya partai Golkar tidak pernah piawai dan mahir menjadi partai oposisi. Golkar itu kaki tangan pemerintah, dari sononya sudah begitu, mau apa lagi. Penganti Novanto adalah sosok yang bisa menyelamatkan Golkar. Sekarang Golkar kan makin terpuruk, sudah urutan ketiga," tandasnya.

Seperti diketahui, seiring desakan pelaksanaan Munaslub akibat kekecewaan hasil rapat pleno yang masih mempertahankan Setya Novanto sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, kini muncul nama-nama baru yang dijagokan menggantikan Setya Novanto.

Diantaranya Airlangga Hartarto, Wisnu Suhardono (Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah), Dedi Mulyadi (Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat), Andi Sinulingga (Koordinator Pemenangan Sumatera I).

Sebelumnya, KPK kembali menetapkan Novanto jadi tersangka. Status tersangka yang kedua kali diumumkan bersamaan dengan hari Pahlawan yakni tanggal 10 November 2017. Novanto kembali menjadi tersangka setelah status tersangka yang pertama lolos melalui praperadilan.

Novanto saat ini sudah resmi menjadi tahanan KPK. Dalam kasus ini Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi. Namun, Novanto membantah tuduhan ini. Dia pun kembali menggugat KPK.

Adapun, sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, dua mantan Pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

Atas perbuatannya Novanto dijerat Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [hpy]

Komentar

 
x