Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 13 Desember 2017 | 15:55 WIB

Golkar Butuh Figur Pemersatu

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 6 Desember 2017 | 07:02 WIB
Golkar Butuh Figur Pemersatu
Politikus Partai Golkar Melchias Mekeng (Kiri) - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Politikus Partai Golkar Melchias Mekeng mengatakan ada beberapa kriteria tokoh yang dibutuhkan Partai Golkar untuk menggantikan Setya Novanto. Yang paling penting, tokoh yang merupakan figur pemersatu.

"Yang dibutuhkan oleh Golkar adalah figure pemersatu yang berintegritas, pengalaman berorganisasi dan mempunyai citra baik di mata publik," katanya kepada INILAHCOM, Selasa (5/12/2017)

Ia menjelaskan, jika Munaslub terlaksana pada akhir tahun ini, maka ada beberapa hal yang akan menjadi tugas rumah pengganti Novanto nantinya. Terutama terkait persiapan Partai Golkar menghadapi Pilkada Serentak 2018.

"Yang harus dilakukan adalah menyiapkan Pilkada dan rekruitment caleg dan konsolidasi yang menyeluruh agar bisa memenangkan Pileg dan Jokowi sebagai presiden 2019-2024," jelasnya.

Seperti diketahui, seiring desakan pelaksanaan Munaslub akibat kekecewaan hasil rapat pleno yang masih mempertahankan Setya Novanto sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, kini muncul nama-nama baru yang dijagokan menggantikan Setya Novanto.

Diantaranya Airlangga Hartarto, Wisnu Suhardono (Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah), Dedi Mulyadi (Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat), Andi Sinulingga (Koordinator Pemenangan Sumatera I).

Sebelumnya, KPK kembali menetapkan Novanto jadi tersangka. Status tersangka yang kedua kali diumumkan bersamaan dengan hari Pahlawan yakni tanggal 10 November 2017. Novanto kembali menjadi tersangka setelah status tersangka yang pertama lolos melalui praperadilan.

Novanto saat ini sudah resmi menjadi tahanan KPK. Dalam kasus ini Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi. Namun, Novanto membantah tuduhan ini. Dia pun kembali menggugat KPK.

Adapun, sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, dua mantan Pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

Atas perbuatannya Novanto dijerat Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [hpy]

Komentar

 
x