Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Desember 2017 | 03:28 WIB

Banyak Kader Yang Mampu Gantikan Novanto

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 6 Desember 2017 | 05:04 WIB
Banyak Kader Yang Mampu Gantikan Novanto
Politikus Partai Golkar Indra Bambang Utoyo - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Politikus Partai Golkar Indra Bambang Utoyo mengatakan munculnya sejumlah nama yang belakangan disebut-sebut mampu menggantikan Ketua Umum Setya Novanto adalah bentuk kekayaan yang dimiliki Partai Golkar.

"Secara umum menyambut baik munculnya banyak nama baru, terutama para Ketua DPD Provinsi untuk menjadi kandidat Ketua Umum Partai Golkar," katanya kepada INILAHCOM, Selasa (5/12/2017).

Ia menjelaskan, dengan munculnya nama-nama politisi muda Partai Golkar ini menunjukkan banyaknya kader berkualitas yang mampu menggantikan Novanto. Ini dianggap jadi pertanda baik bagi Partai Golkar.

"Munculnya nama-nama yang akan bertarung dalam Munas adalah tanda bagus bagi Partai Golkar. Bahwa banyak kader-kader Partai Golkar yang bisa menggantikan SN sebagai Ketua Umum," ujarnya.

Seperti diketahui, seiring desakan pelaksanaan Munaslub akibat kekecewaan hasil rapat pleno yang masih mempertahankan Setya Novanto sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, kini muncul nama-nama baru yang dijagokan menggantikan Setya Novanto.

Diantaranya Airlangga Hartarto, Wisnu Suhardono (Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah), Dedi Mulyadi (Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat), Andi Sinulingga (Koordinator Pemenangan Sumatera I).

Sebelumnya, KPK kembali menetapkan Novanto jadi tersangka. Status tersangka yang kedua kali diumumkan bersamaan dengan hari Pahlawan yakni tanggal 10 November 2017. Novanto kembali menjadi tersangka setelah status tersangka yang pertama lolos melalui praperadilan.

Novanto saat ini sudah resmi menjadi tahanan KPK. Dalam kasus ini Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi. Namun, Novanto membantah tuduhan ini. Dia pun kembali menggugat KPK.

Adapun, sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, dua mantan Pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

Atas perbuatannya Novanto dijerat Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [hpy]

Komentar

 
x