Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Januari 2018 | 00:59 WIB

Idealisme Harus Dasari Pemilihan Pengganti Novanto

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 6 Desember 2017 | 04:05 WIB
Idealisme Harus Dasari Pemilihan Pengganti Novanto
Politikus Partai Golkar Indra Bambang Utoyo - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Politikus Partai Golkar Indra Bambang Utoyo mengatakan salah satu masalah yang kini terjadi di Partai Golkar terkait pergantian pemimpin adalah perdebatan antara idealisme lawan pragmatisme.

"Telah terjadi perubahan pada sikap para pimpinan dari atas sampai bawah yakni persoalan idealisme versus pragmatisme," katanya kepada INILAHCOM, Selasa (5/12/2017).

Dalam dilema itu, Indra Bambang Utoyo berharap agar para pengambil keputusan nantinya menggunakan idealisme sebagai dasar pemilihan pengganti Ketua Umum Setya Novanto yang kembali terseret kasus dugaan korupsi eKTP.

"Idealisme harus menjadi pijakan atau dasar dalam pemilihan Ketua Umum Partai Golkar," harapnya.

Seperti diketahui, seiring desakan pelaksanaan Munaslub akibat kekecewaan hasil rapat pleno yang masih mempertahankan Setya Novanto sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, kini muncul nama-nama baru yang dijagokan menggantikan Setya Novanto.

Diantaranya Airlangga Hartarto, Wisnu Suhardono (Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah), Dedi Mulyadi (Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat), Andi Sinulingga (Koordinator Pemenangan Sumatera I).

Sebelumnya, KPK kembali menetapkan Novanto jadi tersangka. Status tersangka yang kedua kali diumumkan bersamaan dengan hari Pahlawan yakni tanggal 10 November 2017. Novanto kembali menjadi tersangka setelah status tersangka yang pertama lolos melalui praperadilan.

Novanto saat ini sudah resmi menjadi tahanan KPK. Dalam kasus ini Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi. Namun, Novanto membantah tuduhan ini. Dia pun kembali menggugat KPK.

Adapun, sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, dua mantan Pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

Atas perbuatannya Novanto dijerat Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [hpy]

Komentar

 
x