Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Desember 2017 | 03:46 WIB

Bawaslu Sebut Politik Uang Masih Rawan di Pilkada

Oleh : - | Selasa, 5 Desember 2017 | 21:43 WIB
Bawaslu Sebut Politik Uang Masih Rawan di Pilkada
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Ratna Dewi Pettalolo meminta kepada pemerintah, khususnya KPU agar aktif mengedukasi masyarakat mengenai bahaya money politic atau politik uang. Ini karena bisa menurunkan kualitas pemilu atau demokrasi.

"Harus didorong secara aktif untuk mengedukasi masyarakat," tegasnya kepada wartawan usai melaunching Pusat Pengawasan Partisipatif di kantor Bawaslu Jatim, Selasa (5/12/2017).

Ratna mengatakan dalam aturan pemilu yang baru, pemberi dan penerima uang bisa dijerat ke ranah pidana. "Ada sanksinya baik pemberi maupun penerima," tukasnya.

Dia mengharapkan, masyarakat bisa melaporkan ke Bawaslu setempat jika memang ada bukti tentang pelanggaran pemilu dan politik. Untuk itu, dibutuhkan gerakan nyata membangkitkan partisipasi masyarakat agar menjalankan proses demokrasi secara sehat.

"Pemilih kita terdiri dari pemilih cerdas, tradisional dan pragmatis. Kalau yang pragmatis paling gampang digoda dengan uang," katanya.

Dia mengatakan budaya 'money politic' masih sangat subur, karena praktik itu sulit terungkap. Sehingga, aparat kepolisian maupun Bawaslu sulit memproses pelakunya.

"Ada unsur yang harus dipenuhi dan itu sulit sekali membuktikannya. Kalau memang ada bukti memang harus diproses. Kalau unsur-unsur pidana terpenuhi akan ditindaklanjuti," pungkasnya.[beritajatim]

Komentar

 
x