Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 04:22 WIB

Ini Penyebab Sering Banjir&Longsor Versi BNPB

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 5 Desember 2017 | 20:36 WIB
Ini Penyebab Sering Banjir&Longsor Versi BNPB
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan saat ini Indonesia sudah masuk darurat ekologis sehingga sering terjadi bencana banjir dan longsor di beberapa daerah.

"Kalau melihat data bencana di Indonesia sekarang sudah 2.174 kejadian selama 2017, kalau dilihat trennya makin naik," kata Sutopo di kantornya, Selasa (5/12/2017).

Menurut dia, 95 persen bencana di Indonesia adalah bencana hidro meteorologi yaitu bencana yang dipengaruhi oleh cuaca, banjir, longsor, kekeringan, puting beliung, kebakaran hutan dan lahan serta cuaca ekstrem yang itu semakin meningkat.

"Lalu kenapa sekarang kejadian banjir dan longsor demikian marak di berbagai daerah, hujan lebat sedikit saja terjadi banjir. Karena sebenarnya kita sudah masuk darurat ekologis, kerusakan hutan, degradasi lahan, kerusakan sungai, budaya sadar bencana masyarakat Indonesia telah menyebabkan meningkatnya bencana hidro meteorologi," ujarnya.

Misalnya, Sutopo menggambarkan laju kerusakan hutan di Indonesia masih sekitar 750 ribu hektar pertahun. Sementara, kemampuan pemerintah untuk melakukan rehabilitasi hutan dan lahan itu baru mencapai maksimum 250 ribu hektar pertahun.

"Otomatis ada devisit, setengah juta hektar pertahun. Dimana ini terakumulasi sehingga ketika terjadi cukup hujan deras, terjadi longsor banjir dan lainnya apalagi jutaan masyarakat Indonesia tinggal di daerah rawan bencana," jelas dia.

Ia menambahkan rekapitulasi kejadian bencana sampai saat ini total kejadian di tahun 2017 ada 2.175 kejadian, menyebabkan 335 orang meninggal dan hilang, 969 orang luka-luka, 3,2 juta masyarakat menderita dan mengungsi tai ini total ada yang sudah kembali ke rumah serta puluhan ribu mengalami rusak.

"Angka ini akan terus bertambah mengingat musim hujan meningkat selama bulan Desember 2017," katanya.

Untuk itu, Sutopo mengatakan perlu upaya-upaya yang sifatnya radikal untuk mengatasi banjir dan longsor. Sebab, jika penangannya hanya biasa-biasa saja maka banjir dan longsor akan terus meningkat.

"Kita lihat bagaimana banjir dan longsor, memang kejadian banjir lebih banyak daripada longsor. Tapi korban meninggal lebih banyak disebabkan oleh longsor," tandasnya. [rok]

Tags

Komentar

 
x