Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 04:32 WIB

Kepala Daerah Diminta Akses Peta Rawan Longsor

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 5 Desember 2017 | 20:23 WIB
Kepala Daerah Diminta Akses Peta Rawan Longsor
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho meminta kepala daerah di Indonesia mengakses peta prediksi rawan longsor yang diterbitkan oleh Badan Geologi.

"Sebenarnya pemerintah daerah dan masyarakat bisa mengakses peta prediksi rawan longsor yang diterbitkan badan geologi," kata Sutopo , Selasa (5/12/2017).

Ia menjelaskan untuk daerah rawan longsor itu kebalikan dari kawasan rawan banjir, dimana kalau banjir itu dataran rendah dan longsor terjadi di dataran yang tinggi seperti Aceh dan Lampung.

Kemudian, di Jawa bagian tengah sampai bagian selatan. Selain itu, Bali di bagian utara, Sulawesi hampir sebagian besar karena kondisi topograginya seperti itu.

"Ini yang menjadi salah satu faktor kerentanan dan kita melihat dampak yang ditimbulkan kejadian-kejadian longsor terus meningkat," ujarnya.

Ia mencontohkan bulan Desember 2017 yang warna merah atau warna pink adalah daerah bahaya tinggi dan disitu jutaan masyarakat tinggal disana, artinya kalau ada tanda-tanda longsor maka dilakukan langkah antisipasi.

"Begitu tinggal di lereng-lereng, perbukitan, tebing, gunung ketika curah hujan tinggi maka harus waspada," jelas dia.

Ia menggambarkan di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bogor, bagian besar daerah tersebut berbahaya sehingga mereka harus melakukan langkah antisipasi. Begitu juga kalau melihat provinsi, tentu Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat itu daerah yang langganan longsor.

"Di Indonesia kejadian banjir, longsor itu paling banyak terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jumlah korban yang paling banyak meninggal adalah Jawa Barat," katanya.

Nah, kata Sutopo, dari peta ini harusnya jadi dasar bagi kepala daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk semakin meningkatkan kesiapsiagaan, menyampaikan kepada masyarakat dan memerintahkan seluruh SKPD untuk sama-sama antisipasi ancaman bencana longsor.

"Ini akan semakin menaik sampai Februari 2018 mendatang," tandasnya. [ton]

Komentar

 
x