Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 09:36 WIB

Kuasa Hukum Sayangkan KPK Batasi Izin Besuk Setnov

Oleh : Agus Irawan | Selasa, 5 Desember 2017 | 10:41 WIB
Kuasa Hukum Sayangkan KPK Batasi Izin Besuk Setnov
Kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi mengaku kecewa terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membatasi izin besuk terhadap kliennya.

Fredrich mengungkapkan KPK hanya memberikan izin kepada dua orang yakni dirinya dan istri Novanto, Deisti Astriani Tagor.

"Kita telah mengajukan permohonan untuk diberi izin mengunjungi SN sebagai tahanan sampai 5 kali berturut turut, tidak pernah dikabulkan oleh KPK, dengan alasan penyidik tidak mengizinkan, yang diizinkan hanya penasehat hukum dan istri SN," kata Fredrich saat dikonfirmasi INILAHCOM.

Padahal, kata dia, kliennya tidak diisolir, tetapi izinnya untuk Wakil Ketua DPR RI, Ketua Komisi III DPR RI, anggota DPR RI, serta petinggi- petinggi Partai Golkar, dan keluarganya tetap ditolak.

"Rumah tahanan KPK yang notabenenya langsung di bawah Kanwil Menkumham, ternyata ikut menjadi kaki tangan KPK, melecehkan hak tahanan dan mempersulit baik Permohon dan Keluarga tahanan, mereka berdalih belum ada perintah penyidik kpk, hubungan mana memberikan wewenang KPK bisa memerintah dan mengatur petugas rumah tahanan negara," ungkapnya.

Ia menambahkan, apakah layak seorang pejabat tinggi negara yang belum dijatuhi hukum oleh undang-undang diperlakukan dan diisolir seperti tersebut.

"Dimana letak hati nurani dan kepatuhan terhadap hukum bagi KPK yang mengaku sebagai penegak hukum?" ucapnya.

Sebelumnya, sidang praperadilan tersangka kasus dugaan korupsi e- KTP Setya Novanto ditunda, karena pihak KPK tidak dapat hadir.

"Kita tunda sidang pada tanggal 7 Desember, sidang praperadilan dilanjutkan Kamis pukul 09.00 WIB," kata hakim Kusno di Praperadilan Novanto di di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2017). [ton]

Komentar

 
x