Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Desember 2017 | 03:43 WIB

Ini Tiga Tugas Utama Pengganti Novanto

Oleh : Happy Karundeng | Selasa, 5 Desember 2017 | 08:01 WIB
Ini Tiga Tugas Utama Pengganti Novanto
Analis Politik UNJ Ubedillah Badrun - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Analis Politik UNJ Ubedillah Badrun menilai jika nanti Munaslub terlaksana, Partai Golkar pasti akan memilih Ketua Umum yant tidak akan berseberangan dengan pemerintah atau kekuasaan.

"Cara Golkar mencari pengganti Novanto selain mampu memimpin partai, juga akan cenderung memilih pengganti yang tidak berseberangan dengan pemerintah dan memiliki akses yang luas pada kekuasaan," katanya kepada INILAHCOM, Senin (4/12/2017).

Ia menjelaskan perkerjaan pengganti Novanto tidak akan ringan. Setidaknya ada tiga tugas utama pengganti Novanto nantinya. Diantaranya adalah dengan mengembalikan pandangan masyarakat tentang Partai Golkar.

"Tugas pengganti novanto tidak mudah. Setidaknya ada tiga tugas utama. Pertama, melakukan konsolidasi efektif utk memperkuat soliditas struktur partai pasca gonjang ganjing novanto. Kedua, melakukan image restoration dengan agenda corrective action untuk memulihkan citra buruk Golkar. Ketiga, menata kembali strategi Golkar menghadapi tahun politik 2018 dan 2019," ulasnya.

Diketahui KPK kembali menetapkan Novanto jadi tersangka. Status tersangka yang kedua kali diumumkan bersamaan dengan hari Pahlawan yakni tanggal 10 November 2017. Novanto kembali menjadi tersangka setelah status tersangka yang pertama lolos melalui praperadilan.

Novanto saat ini sudah resmi menjadi tahanan KPK. Dalam kasus ini Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi. Namun, Novanto membantah tuduhan ini. Dia pun kembali menggugat KPK.

Adapun, sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, dua mantan Pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

Atas perbuatannya Novanto dijerat Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [hpy]

Komentar

 
x