Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 04:38 WIB

KPK Dianggap Ragu Lawan Novanto

Oleh : Happy Karundeng | Selasa, 5 Desember 2017 | 03:06 WIB
KPK Dianggap Ragu Lawan Novanto
Anggota Komisi III DPR Taufiqulhadi - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi III DPR Taufiqulhadi mengatakan ada beberapa hal yang tersebunyi di balik ketidakhadiran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada sidang praperadilan yang diajukan tersangka korupsi eKTP Setya Novanto. Salah satunya KPK dianggap ragu.

"Saya rasa, di sana sedikit ada keragu-raguan KPK dalam hal praperadilan Novanto," katanya kepada INILAHCOM, Senin (4/12/2017).

Ia mengatakan salah satu alasan mungkin komisi antirasuah itu merasa ragu karena pandangan publik yang dianggapnya mulai berubah untuk KPK. Atas dasar itu, KPK dinilai tidak berani untuk menghadapi praperadilan.

"KPK sekarang menyadari setelah pandangan publik tidak mendukung KPK," ujarnya.

Diketahui, tersangka kasus eKTP Setya Novanto kembali menggugat putusan KPK lewat sidang praperadilan yang diajukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

KPK kembali menetapkan Novanto jadi tersangka. Status tersangka yang kedua kali diumumkan bersamaan dengan hari Pahlawan yakni tanggal 10 November 2017. Novanto kembali menjadi tersangka setelah status tersangka yang pertama lolos melalui praperadilan.

Novanto saat ini sudah resmi menjadi tahanan KPK. Dalam kasus ini Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi. Namun, Novanto membantah tuduhan ini. Dia pun kembali menggugat KPK.

Adapun, sejumlah pihak itu antara lain Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, dua mantan Pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

Atas perbuatannya Novanto dijerat Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [hpy]

Komentar

 
x