Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 22:05 WIB

Belum Ada Pengembalian Uang Lagi di Kasus e-KTP

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 4 Desember 2017 | 21:11 WIB
Belum Ada Pengembalian Uang Lagi di Kasus e-KTP
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan pihaknya sejauh ini belum menerima lagi pengembalian uang terkait kasus e-KTP di proses penyidikan.

Yakni, empat kader PDI Perjuangan seperti Arif Wibowo, Yasonna Hamonangan Laoly, Olly Dondokambey dan Ganjar Pranowo.

Sebab, empat nama kader PDI Perjuangan itu diduga menerima uang korupsi proyek e-KTP merujuk surat dakwaan mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto.

"Belum ada pengembalian yang baru di (saat proses penyidikan) kasus e-KTP. Namun, sejauh ini sudah dibuka di persidangan," kata Febri melalui pesan singkat, Senin (4/12/2017).

Menurut dia, pihaknya tidak khawatir dengan sikap tak kooperatif para pihak yang menerima uang e-KTP tapi belum juga mengembalikan kepada KPK termasuk empat kader PDI Perjuangan tersebut.

Karena menurut dia, KPK memiliki sistem pembuktian yang dapat mewajibkan para pihak itu nantinya harus mengembalikan.

"Tentu saja pengembalian itu termasuk pembuktian yang kami ajukan dalam proses persidangan," ujarnya.

Untuk diketahui, Arif Wibowo disebut-sebut menerima 108.000 dollar Amerika Serikat, Olly senilai 1,2 juta dollar AS, Ganjar senilai 520 ribu dollar AS, dan Yasonna sebesar 84 ribu dollar AS.

Sejauh ini KPK baru menerima pengembalian uang hasil e-KTP dari 14 pihak, antara lain korporasi, anggota DPR dan para pengusaha penggarap proyek e-KTP tahun anggaran 2014. Totalnya baru Rp 250 miliar. Angka tersebut masih sangat jauh dari dugaan kerugian negara yang mencapai Rp 2,3 triliun.

Namun, keempat kader PDI Perjuangan baik Arif Wibowo, Yasonna, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo maupun Gubernur Olly Dondokambey pernah membantah terima uang korupsi e-KTP.

Kini, KPK sudah memenjarakan enam orang terkait kasus e-KTP yakni Irman dan Sugiharto, anggota DPR dari Golkar Markus Nari, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, Direktur PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo, dan Ketua DPR Setya Novanto. [ton]

Tags

Komentar

 
x