Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 07:53 WIB

Dua Siklon Tropis Baru Muncul di Aceh dan NTT

Oleh : Indra Hendriana | Minggu, 3 Desember 2017 | 03:06 WIB

Berita Terkait

Dua Siklon Tropis Baru Muncul di Aceh dan NTT
(Foto: BMKG)

INILAHCOM, Jakarta - Selain Siklon Tropis Dahlia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merekam ada dua bibit Siklon Tropis. Yakni Siklon Tropis 93W dan 97S.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, bibit Siklon Tropis 93W terpantau di Laut Andaman sebelah Utara Aceh, dengan kecepatan angin maksimum 56 km/jam.

"Bibit siklon 93W bergerak ke arah timur menjauhi Indonesia dan intensitasnya diprakirakan stabil," kata Dwikorita pada INILAHCOM, Jakarta, Sabtu (2/12/2017).

Dia menjelaskan, dampak dari bibit 93W berupa hujan dengan intensitas sedang-lebat di wilayah Aceh bagian Utara. Sedangkan Gelombang 2,5-4 meter di perairan Lhoksumawe, perairan Sabang, perairan utara dan barat Aceh.

Sementara bibit Siklon Tropis 97S terpantau di Samudera Hindia sebelah selatan NTT, dengan kecepatan angin maksimum 28 km/jam. Bibit siklon 97S bergerak ke arah barat daya menjauhi Indonesia.

Diprakirakan Bibit Siklon Tropis 97S akan mengalami peningkatan intensitas dalam 24 jam kedepan," ujar dia.

Adapun dampak dari bibit ini berupa hujan dengan intensitas sedang-lebat di NTT. Sementara Gelombang 2,5-4 meter di perairan barat Lampung, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas bagian selatan, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa Timur hingga Lombok.

Dengan demikian, dia mengimbau agar masyarakat waspada potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor.

Kemudian, waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang/roboh, tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat/petir.

"Waspada kenaikan tinggi gelombang. Waspada hujan lebat disertai angin kencang yang berbahaya bagi kapal berukuran kecil. Menunda kegiatan penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi meredam," ujar dia. [ind]

Komentar

Embed Widget
x